Kamis, 23 April 2009

Pertempuran Tetaplah Pertempuran......Wahai Prajurit Somalia

Kepada saudara Muslimku, para Mujahid Somalia yang sabar dan teguh: Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Peperangan yang tengah berkobar di tanah kalian semenjak tahun-tahun terakhir ini adalah peperangan antara Islam melawan kampanye Salib Internasional. Aliansi NATO telah memandatkan Etiopia untuk melaksanakan misi ini.

Kemudian setelah mereka kehabisan tenaga menghadapi Jihad kalian yang penuh berkah, mereka lalu mencari dalih dan menggunakan muslihat, sebagaimana kebiasaan mereka terhadap Dunia Islam. Mereka menunjuk atas kalian seseorang, yang meskipun orang ini berasal dari kalangan kalian, tetapi ia mengikuti millah/agama kaum Salib: yaitu presiden sebelumnya, Abdullahi Yusuf.

Tetapi karena kalian tidak dapat ditipu dengan muslihat usang “Karzaisme” yang sebelumnya sering mereka gunakan di kawasan (maksudnya kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah spt Afghanistan serta Pakistan. Pent), mereka kemudian menggantikannya dan membawa orang lain yang baru, versi revisi.

Mirip sekali dengan Sayyaf, Rabbani, dan Ahmad Shah Masood, yang sebelumnya mereka ini adalah para pemimpin dan komandan Mujahidin Afghan sebelum kemudian mereka berbalik haluan (mundur menjadi murtad) lalu membantu sekutu mereka – Amerika, untuk meruntuhkan Emirat Islam Afghanistan.

Begitu pula dengan Sheikh Syarif (Syarif Ahmed, presiden terbaru Somalia yang ditunjuk oleh dewan parlemen Somalia bersama-sama eks “Mujahidin”, umumnya berasal dari Tanzhim Al Mahakim Al Islamiyah, dalam sebuah pertemuan yang dimediasi PBB di Djibouti. Pent). Ia sebelumnya adalah presiden/pemimpin Al Mahakim Al Islamiyah dan sebelumnya bersama-sama Mujahidin. Tetapi ia akhirnya terbujuk oleh tawaran utusan Amerika di Kenya.

Ia merubah haluannya (menjadi murtad), dan menyetujui untuk bekerja sama dengan orang-orang kafir, memadukan hukum positif kufur dengan Syariah Islam dan membangun pemerintahan berdasarkan persatuan nasional. Sungguh tindakan ini adalah kemusyrikan yang lebih besar yang mengeluarkan seseorang dari Islam.

Bagaimana bisa orang-orang yang cerdas berakal dapat percaya bahwa musuh kemarin yang memusuhi kita atas dasar aqidah dan keyakinan, dapat menjadi kawan hari ini? Yang demikian itu hanya terjadi jika salah satu pihak telah meninggalkan agamanya.

Maka perhatikan dan telitilah, siapakah di antara dua pihak itu yang telah meninggalkan agamanya: apakah Sheikh Syarif ataukah Amerika? Dan renungkanlah firman Allahu Ta’ala:

“Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka berkata kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang membenci apa yang telah diturunkan Allah, ‘Kami akan mematuhi kalian dalam beberapa urusan’, tetapi Allah Maha Mengetahui rahasia mereka. Maka bagaimana (nasib mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka? Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan membenci (apa yang menimbulkan) keridlaannya. Sebab itu Allah menghapus segala amal mereka”. (QS 47: 25 – 28)

Dan sabda Rasulullah saw:

“Dua ekor serigala kelaparan yang ditinggalkan di tengah kawanan domba tidak lebih besar menimpakan kehancuran daripada kehancuran atas agama yang ditimbulkan oleh nafsu manusia atas kekayaan dan kedudukan.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi)

Wahai, betapa nafsu kepada harta, status, dan kedudukan telah menghancurkan kepemimpinan kami!

Para presiden ini adalah wakil dari musuh kita, dan kekuasaannya sebenarnya kosong dan hampa. Sheikh Syarif adalah salah satu di antara mereka, maka ia harus digulingkan dan diperangi.

Para ulama Islam telah bersepakat bahwa kekuasaan tidak boleh diberikan pada orang kafir, dan jika penguasa telah berbalik menjadi kafir selama masa kekuasaannya, maka kewenangannya menjadi batal, dan dia harus digantikan, meski itu harus dengan kekuatan senjata.

Qadli Iyad rahimahullah berkata, “Para Ulama telah bersepakat bahwa imamah tidak boleh diberikan pada orang kafir. Dan jika imam menjadi kafir, ia harus diganti”.

Saudaraku di Somalia..

Kalian harus mewaspadai prakarsa yang mengenakan simbol Islam dan mengedepankan institusi keagamaan padahal prakarsa itu kontradiktif dengan Syariah Islam. Seperti prakarsa yang diajukan oleh (mereka menyebut dirinya) ‘persatuan Ulama Somalia’ yang memberi waktu enam bulan kepada Sheikh Syarif untuk menerapkan Syariah Islam.

Mereka memintanya untuk menerapkan apa yang ia hancurkan, bagaimana mungkin ia akan melaksanakannya? Orang-orang ini tidak memahami realita atau tengah berusaha membodohi kita. Prakarsa ini adalah tindak pengkhianatan nyata yang mereka lakukan atas kepercayaan kita.

Semua orang yang cerdas berakal mewaspadai tikaman Amerika terhadap Islam. Dahulu mereka (Amerika) menolak penerapannya (Syariah Islam) di Somalia, sebagaimana mereka menolak di Iraq dan Afghanistan; dan kini mereka juga menolak penerapannya di wilayah Swat Pakistan.

Lalu disusul dengan prakarsa lain dari luar negeri (maksudnya beberapa tokoh ulama dan penguasa dari beberapa negara Islam -Pent), yang meminta segenap Mujahidin yang jujur di antara kalian untuk menghentikan peperangan dan bernegosiasi dengan Sheikh Syarif, berpura-pura tidak tahu adanya kendali penuh Amerika atas si boneka barunya ini.

Sungguh orang-orang ini telah tersesat. Perintah yang datang kepada kita adalah untuk memerangi pemerintah murtad, bukan untuk menghentikan perang. Kedudukan mereka satu garis dengan berbagai prakarsa sebelumnya yang pernah diajukan oleh rejim-rejim Arab yang dikendalikan Amerika.

Sama seperti prakarsa si gubernur Riyadl, ketika ia menyampaikan sambutannya kepada pemerintahan presiden Abdullahi Yusuf, tetapi dengan ijin Allah, konspirasi itu hancur berkeping-keping di hadapan keteguhan Mujahidin.

Maka berhati-hatilah terhadap segala prakarsa yang bertentangan dengan aturan syariah, dan jangan tertipu olehnya. Meskipun mengatasnamakan institusi keagamaan atau simbol-simbol relijius, kesemuanya itu tidak berarti, karena berbagai institusi telah diinfiltrasi oleh rejim, khususnya rejim Riyadl dan Kairo, dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Aku sampaikan kepada Saudaraku Mujahidin, putra-putra Somalia yang jujur, dan menyeru mereka untuk melanjutkan langkah mereka di atas Jalan Jihad. Kekufuran global tengah menghadapi kesulitan dan krisis yang belum pernah mereka hadapi berpuluh tahun sebelumnya, maka teguh dan kuatkan tekad!

Karena kalian adalah pasukan paling penting dari battalion Mujahidin Islam, kalian adalah garis terdepan pertahanan pertama Dunia Islam di wilayah barat daya; kesabaran dan keteguhan kalian menjadi pendukung bagi seluruh saudara kalian di Palestina, Iraq, Afghanistan, Maghrib Islami, Pakistan, dan seluruh medan Jihad lainnya; serta kesabaran dan keteguhan mereka dalam menghadapi musuh yang sama – Amerika dan sekutunya – menjadi pendukung dan penguat kalian.

Maka mari kita menjaga pos pertahanannya, dan jangan sampai garis yang menjadi tanggung jawabnya dapat diterobos musuh, dan mari kita legakan dada kaum Muslimin dengan membunuh para penerobos kedaulatan.

Aku juga mendesak putra-putra Muslim rakyat Somalia, hendaknya kalian berpacu menyerta saudara kalian Mujahidin yang jujur; dan aku menyampaikan permohonan kepada seluruh Ummah Islam di mana saja berada, hendaknya kalian mengulurkan bantuan dan dukungan kepada keluarga kita di Somalia, penuhilah kebutuhan saudara kita yang menderita akibat kelaparan, dan ulurkan seluruh sumber daya kita demi mendukung Jihad hingga negeri (Somalia) yang berkah ini dapat dimerdekakan sepenuhnya dari penjajah dan kaum munafiq, dan daulah Islam berdiri di sana, insyaallah!

Sungguh kemenangan itu mudah, insyaallah, jika setiap kita menunaikan tugasnya; dan salah satu pertanda baik adalah bahwa saudara kalian rakyat Somalia terkenal memiliki jiwa yang shabar, teguh, tsabat, dan perwira. Bagi mereka, kematian lebih disukai ketimbang harus menundukkan kepala di hadapan pemerintah Salib Abisinia, dan (kita mempersaksikan) kepahlawanan tiada tara yang mereka tunjukkan dalam peperangan melawan penjajah Salib pimpinan Amerika, dan mereka dengan ijin Allah dapat mengalahkannya, dan menjerumuskan mukanya ke dalam lumpur, hingga ia pergi membawa ekornya dalam keadaan kalah terhina.

Maka wahai Muslim, penuhilah kewajiban kalian, penuhilah kebutuhan saudara kalian, khususnya bantuan keuangan, untuk membeli persenjataan dan perlengkapan Jihad! Jangan biarkan mereka terluka akibat pukulan musuh, dari arah barisan kalian!

Ummah Muslimku..

Kemenangan Mujahidin di Somalia adalah sesuatu yang sangat… sangat penting, dan sikap berpangku tangan tidak membantu mereka adalah sangat berbahaya. Karena jika lambung telah berhasil digerogoti, maka mudah bagi musuh untuk mengganyang jantung Dunia Islam.

Maka inilah yang kita saksikan, maneuver yang dilakukan para wakil koalisi Zionis – Salibis, untuk mengarahkan penjajahan langsung oleh koalisi Zionis – Salibis. Kalian tengah menghadapi Kampanye Salib Universal.

Inilah Somalia di sayap barat daya, dan armada salib telah menginvasinya dari darat, laut, dan udara. Dari arah barat, armada salib yang lain tengah bergerak maju, yaitu menuju Sudan dari arah Darfur, dan hanya berjarak 300 km terpisah dari pantai Sudan, terletak Masjidil Haram di Makkah Al Mukaramah; suatu jarak yang terjangkau oleh satu lontaran rudal scud.

Di utara, ada Masjid Al Aqsha Mubarak, dan di sana tentara Zionis telah menguasainya lebih dari 60 tahun, dan armada laut Salib mengepung Gaza, dan bala tentara salib yang lain bercokol di Libanon Selatan.

Dan di timur, invasi salib dipimpin Amerika tengah mengancam Afghanistan, dan yang lain di Iraq. Lalu ini semua diperburuk dengan bertebarannya berbagai basis militer musuh di negeri-negeri kita. Maka sampai kapan kalian terus takut kepada Amerika beserta kaki tangannya?

Aku mengingatkan kalian kepada firman Allah Ta’ala:

“Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS 9: 13)

Maka bebaskanlah diri kalian dari menghamba kepada raja-raja palsu, musuh Allah. Teguhkan diri kalian untuk menunaikan kewajiban, sesungguhnya musuh mengancam seluruh kalian, seluruh milik kalian: harta dan jiwa, dan yang paling berharga: Din kalian.

Aku melindungi agamaku dengan hartakuDan tiada tersia-siaSemoga Allah tidak memberkahi harta…yang bukan digunakan untuk menolong agama

Ya Allah, sampaikan shalawat dan salam kepada tuan kami Muhammad saw, beserta keluarga Beliau, dan seluruh Shahabat. Dan doa terakhir kami segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin.

» Baca Teruss Akh ,, Tanggung .

...

Langkah Nyata Membebaskan Palestina

Umatku yang muslim...

Perkataanku kepada kalian ini berkaitan dengan kewajiban menolong keluarga kita di negeri penuh berkah. Telah lama kita terlambat menolongnya dan hal itu semakin menpersulit berbagai persoalan kita.

Sampai kapan keluarga kita di Palestina dalam kondisi ketakutan? Sementara kita merasa nyaman aman tenteram yang sementara.

Sampai kapan penduduk Gaza terus terisolasi? Sementara kita hingga kini terus berlimpah kenikmatan.

Sampai kapan kita akan terus duduk berdiam diri? Sementara hati mereka terbakar demi putra mereka, yang terbakar oleh bom fosfor putih, dengan persekongkolan para pemimpin Arab.

Peristiwa yang membuat (menangis) bahkan para lelaki yang kuat dan pemberani menangis, tidak lain karena suatu urusan yang sangat besar. Tangisan mereka melebihi ungkapan ribuan khutbah dan ceramah tentang besarnya bencana.

Tikaman yang menimpa kerabat lebih melukai bagi seseorang dibanding tebasan pedang

Tak mengherankan jika sejumlah ummahat dan saudara perempuan kita meninggal atau sekarat, bukan kerana peluru maupun pecahan peluru, bukan pula disebabkan oleh isolasi. Isolasi negeri takkan berarti apa-apa selama si kecil masih ada.

Sesungguhnya isolasi akan terasa saat si kecil menghilang. Seorang ibu memandang para raja dan apa yang ia miliki lebih kecil di matanya dibanding si kecil.

Tapi pesawat-pesawat Amerika melalui tangan Yahudi terus membombardir dan kembali (membombardir) hingga mengenai anak-anak pemukiman dan di antara anak-anak itu ada si kecil. Inilah yang menjadikan ummahat dan para akhwat terguncang ketakutan. Hampir-hampir saja jiwa mereka melayang keluar bersamaan dengan hembusan-hembusan nafas.

Tidaklah sama kabar berita dengan persaksian mata. Takkan pernah tau rasanya kehilangan orang tercinta kecuali yang hatinya terenggut, tidak pula dengan bombardir kecuali orang yang merasainya. Dan tak ada seorang Mu'tashim yang menuntut balas kepada para thaghut.

Perlu dicamkan bahwa di antara kekalahan moral dan pengkhianatan terhadap millah, pengkhianatan terhadap umat, dan pengkhianatan terhadap darah para syuhada adalah memberikan pujian kepada orang yang bersepakat dalam membunuh mereka dan menyikapinya sebagai 'harapan' Gaza, sementara itu rakyatnya yang penuh hormat dan mulia menolaknya.

Putra-putra Gaza mati demi kehidupan.. Memuji kekufuran kan membakar amarah jiwa yang bebas..
Negeri-negeri dimerdekakan di atas tombak-tombak mereka.. Lalu bagaimana mungkin mereka diperbudak di atasnya?
Duhai diriku, berbagai tragedi yang menimpa kalian.. Meninggalkan luka-luka mendalam di hati..
Tiada yang menjaga aqidah layaknya korban.. Tidak pula mendekatkan hak dan tiada pula dia berhak..
Para penguasa telah menjual berbagai urusan.. Pun mereka menjadi penjilat dan budak orang kafir..
Tanyalah para pengisolasi anak-anakmu.. Adakah beda antara hatinya dengan sebuah batu yang besar nan keras?!
Hati para penguasa kita layaknya musuh-musuh.. Baik di Najd atau di Mesir takkan melunak..
Para Fir'aun berdatangan setelah sekian lama.. Untuk menghinakan rakyat Arab dan memperbudaknya..
Kalian tolong-tolongan dengan para musuh untuk melawan kami.. Memancung batang leher kalian adalah urusan yang haq dalam dien..



Umatku yang muslim...

Sembilan puluh tahun lebih penjajahan terhadap Palestina telah berlalu. Merasakan dua tragedi pahit kerana tangan-tangan Nashara dan Yahudi. Meskipun berbagai usaha telah dicurahkan, di antaranya berbagai demonstrasi dan turun ke jalan, namun penjajahan tetap berlangsung.

Oleh karena itu wahai umatku, kuinginkan beberapa menit saja dari kalian untuk memberikan langkah-langkah nyata dalam membebaskan Palestina sebagai usaha pelepasan tanggung jawab dan upaya membangkitkan umat.

Hal ini menuntut adanya ucapan yang benar meskipun itu pahit. Sebagaimana hal itu wajib ditegakkan terhadap yang lemah maupun yang kuat, sekalipun itu berat. Jika tidak, maka hakekatnya adalah menuju kehancuran. Oleh karena itu takutlah kalian semua.

Rasul SAW telah bersabda: "Sesungguhnya yang membuat orang-orang sebelum kalian mengalami kehancuran adalah ketika terjadi pencurian di antara mereka yang dilakukan oleh orang yang kuat, maka mereka membiarkannya. Akan tetapi, jika pencurian itu dilakukan oleh orang yang lemah, maka mereka akan menegakkan hukuman atasny." (HR. Bukhari dan Muslim).

Umatku yang muslim...

Di antara perkara haq yang pahit yang harus kita jelaskan adalah bahwa; meskipun kita sangat berkeinginan untuk meyelamatkan keluarga kita di Gaza dan membebaskan kepungan darinya.

Sesungguhnya di sana terdapat orang-orang yang lebih berkeinginan dari pada kita. Yakni, saudara-saudara kita yang ada di seluruh Palestina, termasuk juga yang ada di tepi barat.

Akan tetapi, faktanya mereka tidak mampu menolong keluarga dan orang-orang mereka. Penyebab hal itu sangatlah jelas, Negara mereka terjajah, tentara-tentara Zionis dan tentara penguasa yang dipimpin oleh Abbas menghalang-halangi mereka dari menolong saudara-saudara mereka di sana.

Sebab inilah yang selama ini hakekatnya telah menghalangi kita dari melakukan pertolongan pada saudara-saudara kita di Gaza. Hakekat yang pedih adalah bahwa Negara kita terjajah dari dalam, kaum Zionis Arab, para pemimpin negeri dan para wakil musuh-musuh kita. Mereka dan tentara merekalah yang menghalang-halangi kita dari menolong orang-orang yang lemah di sana.

Jika kita tidak memahami bahwa Negara kita ini terjajah demi kemaslahatan para penguasa dan wakil-wakil mereka, dibantu oleh pasukan militer dan sipil, dan inilah yang terpenting dan paling berbahaya, dimana di sana terdapat para ulama suu', kaum terpelajar dan para pemilik media, orang-orang bayaran.

Mereka semua itulah yang melakukan penyesatan terhadap umat, menyebarkan ruh kekalahan dan menyebarkannya dengan berbagai cara, agar mereka mau tetap bersama para penguasa itu.

Oleh karena itu, mereka terus merampas kepemimpinan dan merampas kehendak, dengan cara membujuk dan mengancam, hingga akhirnya umat kita tidak mampu untuk mengambil kendali kekuasaan dan bergerak menjauh dari para penguasa dan pendukung-pendukung mereka.

Oleh karena itu jika kita tidak menyadari hal ini, beraktivitas untuk mengungkap hakekat mereka sebenarnya, memperingatkan kepada umat dari mereka, meruntuhkan mereka dan melepaskan diri dari kekuasaan mereka, maka selama itu pula kita tidak akan mampu untuk membebaskan Palestina.

Sebab, siapa saja yang tidak memilki, tentulah tidak akan dapat memberi, dan kita akan terus berputar-putar dalam lingakaran tertutup, akhir yang kita capai adalah awal di mana kita memulai darinya sejak terjadinya penjajahan di tanah yang diberkati ini.

Umatku yang muslim...

Orang yang mau melihat situasi Palestina sesungguhnya akan melihat bahwa unsur-unsur yang dituntut agar jihad dapat mewujudkan tujuannya masih membutuhkan penyempurnaan.

Meskipun hal itu sulit untuk dilakukan di Palestina yang terjajah itu, terlebih pengepungan yang ditimpakan pada keluarga kita di sana, dan terlebih lagi, kesepakatan-kesepakatan damai yang terus ditandatangani waktu demi waktu dan keadaan faktual setelah perjanjian-perjanjian yang menguatkan hal itu.

Oleh karena itu kita harus membentuk sebuah kekuatan yang cukup dari para mujahidin, yang akan mampu membebaskan pengepungan dari Palestina agar kita dapat menolong saudara-saudara kita di sana, dimana seluruh negara-negara tetangga menutup perbatasan mereka dengan Palestina, menjaganya dari gerakan para Mujahidin.

Bahkan bagian yang terkecualikan sekalipun yang berada di arah barat Palestina diatas perbatasan Lebanon ikut ditutup oleh Hasan Nasrullah dan kelompoknya sesuai dengan kesepakatan penutupan nomor 1701 yang memuluskan masuknya ribuan kekuatan Salib untuk menjaga Yahudi.

Dengan ini, tidak ada bedanya lagi dalam masalah ini antara Hasan dan Husni dan seluruh penguasa thaghut Arab, orang-orang yang telah mengepung keluarga kita di sana.

Berdasarkan hal di atas, kita harus mencari (membentuk, red) sebuah Negara di luar negara-negara tetangga, di mana dapat menyempurnakan gerak para mujahidin dari sana. Hal ini agar kita dapat sampai pada keluarga kita di distrik al-Aqsha yang diberkahi.

Kesempatan yang sangat berharga dan langka bagi orang-orang yang benar-benar dalam keinginan mereka untuk meyelamatkan al-Aqsha, ialah dengan mengerahkan mujahidin di Irak dengan seluruh kebutuhannya, agar mereka dapat membebaskan negeri dua sungai itu (tanah mesopotamia/Iraq).

Dengan ini mereka akan melakukan dua kewajiban.

Pertama: mengalahkan sekutu terbesar bagi Zionis, kemudian bertolak ke Yordania yang lebih baik dan luas front (pertempuran)nya.

Sebab sebagian dari penduduknya adalah para penduduk Palestina yang hijrah pada masa lalu, dan dari Yordania sebagai titik tolak kedua menuju Tepi Barat (West Bank) dan sekitarnya (insya Allah, red).

Kedua: membuka seluruh perbatasan-perbatasan dengan kekuatan untuk menyempurnakan semua kekurangan unsur unsur yang dibutuhkan. Hal ini agar pembebasan Tanah Palestina dari Sungai (Iraq) sampai Lauta (West Bank) dapat terwujud dengan izin Allah.

Jalan inilah satu satunya jalan Syar’i, jalan realistis, dan ilmiah. Jauh (berbeda dengan jalan) dari mencurahkan kata-kata dan berbagai perbuatan yang kebanyakan tidak dapat mencegah bahaya serangan senjata dan tidak dapat menghancurkan musuh.

Cukup sudah kita mendiamkan, menyia-nyiakan hal ini dan lari dari tanggung jawab. Pembumihangusan Gaza di tengah-tengah pengepungan yang panjang ini merupakan kejadian sejarah yang sangat penting, mengagetkan dan memberi sebuah keputusan yang mengokohkan akan keharusan adanya pemisahan antara kaum muslimin dan munafikin.

Keadaan kita setelah peristiwa Gaza tidak boleh seperti keadaan kita sebelumnya. Akan tetapi kita wajib beramal dengan sungguh dan siap berjihad untuk menegakkan haq dan menghacurkan kebatilan dan kita wajib berlepas diri kepada Allah dari setiap orang yang bersekongkol dengan musuh untuk menghancurkan Gaza.

Berlepas diri dari mereka bukan merupakan amalan sunnah, akan tetapi merupakan bagian dari dua rukun ketauhidan. Membantu orang-orang kafir untuk mengalahkan kaum muslimin adalah salah satu perkara yang terbesar yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. Bacalah firman Allah:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (Al-Maidah 5:51)

Dan firman-Nya:

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui." (Al-Baqarah 2:256)

Tragedi ini sejatinya adalah ujian bagi kita semua. Siapa saja yang mengikuti petunjuk pasti akan selamat, dan siapa saja yang mengikuti hawa nafasunya pasti kan sesat.

Oleh karena itu, kita sangat membutuhkan pemimpin yang jujur, yang akan melakukan perkara yang menjadi kewajiban untuk memobilisasi kekuatan kaum muslimin yang dapat memenuhi dalam medan ini.

Umat ini telah merasakan kerugian yang menakutkan dalam (terhadap, red) pemimpinnya. Meskipun banyak dari mereka yang menyangka bahwa mereka memiliki kepemimpinan yang akan menuntun mereka menuju tepian keselamatan.

Jika tidak berada di dalam standar level pertama dari para raja dan pemimpin, paling tidak berada dalam standard level yang kedua dan ketiga. Pada hakekatnya ini sesungguhnya adalah salah besar. Hal ini semakin memberi posisi penguasa penguasa cacat, dan membiarkan Palestina terjajah selama sembilan dekade.

Demikian pula negara-negara lain. Tidak cukupkah tersebarnya kemiskinan, kebodohan, dan penyakit, meskipun banyak masuk sebagai indikasi jelas atas hal itu. Sebuah kapal laut, sebesar apapun dan sebagus apapun tidak akan sampai pada tepian jika tidak ada pemimpin yang amanah.

Para pemimpin yang berada pada level pertama kita tahu perkara mereka dan membebeknya mereka kepada musuh musuh kita (kaum muslimin). Akan tetapi bencana besar dan yang sangat meyakitkan, adalah bahwa mereka mampu menjinakkan banyak dari pemimipin-pemimpin yang dekat dengan mereka.

Oleh karena itu, jika para pemimpin yang berada dalam level yang kedua dan orang-orang yang dekat dengan mereka tidak mau mengubah diri mereka, masih condong dan bersikap manis dengan kebatilan maka umat ini tidak akan ada kemajuan sedikit pun dalam membebaskan Al-Aqsha.

Sebab, merekalah sejatinya menjadi halangan dan rintangan jalan keluar umat ini dari kebingungan ini. Perumpamaan mereka bagaikan sebuah gerbong kereta api; di depan mereka terdapat gerbong para penguasa dan di dekatnya terdapat gerbong para penguasa level kedua dan orang-orang yang dekat dekat dengan mereka.

Sementara kedua-duanya mogok di tengah jalan pembebasan Palestina sejak dekade yang lalu, maka tidak ada jalan lagi menuju Al-Aqsa kecuali dengan menyingkirkan keduanya dari jalan dan meninggalkannya.

Akan tetapi hal ini tentulah sangat sulit jika kaum muslimin belum tersadarkan, lalu mereka meninggalkan fanatisme tercela tanah air (nasionalisme, red) para pemimpin, para ‘ulama dan penguasa atau pemimpin jama’ah Islam. Meninggalkan beralasan dengan nasehat nasehat mereka dan menegakkan haq atas mereka.

Jika mereka tidak mau melakukan hal ini, maka lisan mereka berkata : “Sesungguhnya mereka berjalan di atas jalan yang telah menghancurkan umat sebelum mereka”.

Oleh karena itu, umat ini tetap dalam kebingungan, dan nampak sekali mereka tidak mengerti makna sabda Rasul SAW: “Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, maka sungguh akan aku potong tangannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Maka dari itu, di dalam diri haruslah selalu mengalir ruh nasihat untuk membenarkan tempat perjalanan dan bahwa perkara haq lebih besar dari segala-galanya, keselamatan perkara yang haq lebih utama dari pada keselamatan tanah air (nasionalisme), para tokoh, partai dan berbagai jama;ah.

Setiap orang, perkataannya dapat diterima dan ditolak, kecuali Rasul saw, yang bersabda : “Agama adalah nasehat”.

Ya, jika kita merendahkan hal ini, artinya kita telah merendahkan Din (agama), dan dengan itu pula kita akan tersia siakan. Maka inilah fakta kita sebenarnya.

Umar ibn Khattab ra, pernah mengatakan : “Kita adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, dan di mana pun kita mencari kemuliaan dengan selainnya, maka kita akan dihinakan kembali oleh Allah”. Maka ambillah pelajaran wahai orang orang yang berakal!

Kembali kepada topik kepemimpinan. Jalan untuk membebaskan Al-Aqsha memerlukan kepemimpinan yang nyata, jujur, independen, kuat, dan dapat dipercaya sebagaimana menghadapi peristiwa besar ini dan sebagaimana berdasarkan berbagai argumen yang kuat dari Fiqhul Waqi’/Fikih Realita dan Fikih Syari’ah.

Kempemimpinan ini akan menyusun semacam majlis syura yang akan menyebarkan cabangnya ke seluruh dunia Islam. Majlis ini nanti harus bertanggung jawab dalam menyebarkan berbagai informasi, ketetapan syari’ah serta wa’yu siyasi (wawasan politik) kepada para putra umat.

Sehingga dengan upaya ini kita dapat membebaskan akal dan pemikiran umat dari kebodohan dan mudah ditipu, serta membebaskan jiwa umat dari sikap mudah menyerah dan menjilat kepada orang-orang kafir beserta kaki tangannya.

Memahami bahaya dari realita yang kita hadapi dan peran para penguasa beserta kaki tangannya merupakan langkah awal dalam membentuk kekuatan yang mampu memotivasi untuk merubah kegelapan.

Dan bersamanya fikih syari’ah harus ditetapkan dalam dinamika nyata sehingga gerakan kita akan diarahkan di atas jalan yang lurus, sehingga kita mampu menghadapi kondisi buruk ini dan mengusir agresi yang menimpa umat.

Anggota majlis ini harus dilindungi dari intervensi penguasa dan harus menyatakan pengingkaran terhadap penguasa dan berwaspada dari upaya infiltrasi yang dilakukan penguasa dengan cara memasukkan ulama’ suu’ sebagaimana yang terjadi pada komite atau lajnah atau majlis ulama’ yang ada di negeri kita selama ini.

Dan salah satu tugas dari komite ini adalah menyebarkan ketetapan syar’i mengenai topik kita (jihad zaman ini); seperti mendorong jihad adalah kewajiban hingga kadar kecukupannya terpenuhi.

Dan mendorong publikasi fatwa ulama’ selama peristiwa Gaza yang menyatakan siapa saja yang membantu musuh dalam rangka memerangi umat Islam maka dia terkena satu di antara sepuluh pembatal keislaman, dan juga menjelaskan berbagai aturan syar’i terkait dengan hal ini.

Aku juga ingin menyampaikan di depan para ulama’ dan para da’i mengenai tawaran dalam masalah ini. Mengajak mereka untuk mencurahkan segenap usaha yang dapat mereka lakukan. Di antara poin penting dari proposal ini adalah:

Pertama: Menyusun daftar para ulama’ yang jujur, para da’i, para cendekiawan Islam, kaum intelektual, dan penulis yang senantiasa memberi nasehat untuk umat, bersama dengan upaya menyebarkan berbagai karya ilmiah mereka yang berharga.

Kita juga berkeinginan agar nama dan keberadaan mereka dapat menyebar dan mengakar kuat di tengah masyarakat Islam. Adanya kekeliruan yang tidak disengaja (terkait dengan para ulama’ dan da’i ini) hendaknya tidak menjadi penghalang, tetapi hendaknya jika memang ada beberapa kekeliruan maka ini menjadi catatan dan nasehat agar disampaikan.

Jika tidak, maka tidak akan ada lagi ulama’ yang tersisa bersama kita, sementara kenyataannya adalah alangkah sedikitnya para ulama’. Kita juga harus mengusahakan agar dapat mengarahkan para pemimpin yang jujur, menempatkan mereka dengan baik dan memandunya agar mau untuk menerapkan manhaj Islam.

Kedua: Hendaknya kita terus melanjutkan upaya untuk meluruskan konsep syar’i dalam pemikiran dan kehidupan umat. Beberapa buku yang bermanfaat mengenai hal ini antara lain:

* Fathul Majiid karangan syaikh Abdur Rahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh, yang merupakan salah satu kitab yang penting dalam menjelaskan perkara tauhid dan bahaya syirik, termasuk syirik kuburan dan syirik kerajaan.
* Dua kitab milik syaikh Muhammad Qutb: “Pemahaman yang Harus Diluruskan” dan “Apakah Kita Muslim?”.
* Dan kitab “Keterangan tentang Kufurnya Seorang yang Membantu Amerika” karangan syaikh Mujahid Nashir bin Hamd Al-Fahd -semoga Allah membebaskan beliau dari penjara Riyadh.

Ada buku kelima yang juga sangat bermanfaat, yang mengetengahkan tentang evaluasi atas berbagai rezim yang berkuasa di dunia Islam, meskipun judulnya khusus; “Rezim Saudi Dalam Timbangan Syar’i”.

Dan masih banyak lagi kitab-kitab yang bermanfaat yang dengan mudah dapat dibaca di internet, semisal situs At-Tawhed wal Jihad (http://www.tawhed.ws -ed).

Ketiga: Mengingatkan umat bahwa saat ini terjadi peperangan yang dilancarkan untuk merubah dan membelokkan berbagai istilah syar’i dengan tujuan menghalalkan apa yang diharamkan Allah.

» Baca Teruss Akh ,, Tanggung .

...

13 peristiwa penting untuk diingat ummat sebagai refleksi tahun 2008.

• Awal tahun baru 2008 dikejutkan oleh munculnya video dari sayap media Al Qaeda, As Sahab. Video berdurasi 50 menit itu menampilkan Adam Gadahn, alias Azzam Al Amriki, mualaf asal Amerika yang kini menjadi pejuang terkemuka Al Qaeda. Video dengan judul An Invitation to Reflection and Repentance ini tentu saja sarat pesan dan propaganda, khususnya menjelaskan kelemahan kebijakan luar negeri Amerika dan peradaban kristen barat serta kekalahan mereka di tangan Islam dan kaum Muslimin. Klimaksnya, Adam Gadahn yang tampil dengan sorban warna merah dan putih khas Arab itu mengambil paspor Amerikanya dari kantong dada, menunjukkan untuk di close up kamera kemudian merobek-robeknya sebagai bentuk protes atas perlakuan Amerika terhadap tahanan Muslim.
• Menariknya lagi, dalam video awal tahun itu Azzam Al Amriki menyerukan ancaman kepada Fir'aun abad ini, Bush, agar tidak menyambutnya dengan bunga atau tepuk tangan ketika berkunjung ke Israel, tapi menyambutnya dengan bom. Uniknya, seruan Azzam Al Amriki tersebut 'hampir' menjadi kenyataan di akhir tahun 2008 dengan melayangnya sepatu wartawan Iraq, Al Zaidi ke arah Bush.
• Peristiwa penting berikutnya adalah munculnya film Fitna besutan politisi liar Belanda, Geert Wilder yang menuai protes di seluruh dunia Islam. Dalam film pendek yang hanya berdurasi 17 menit tersebut Wilder memuat kembali kartun Nabi Muhammad SAW yang dahulu dipopulerkan kartunis Swedia dari urat kabar Jylands Posten.
Banyak hujatan, fitnah, dan ketakutan yang tidak beralasan (Islamophobia) dari sang pembuat film ini, yang juga merupakan anggota parlemen ekstrim kanan Belanda. Rupa-rupanya Wilder tidak senang hati melihat perkembangan Islam yang begitu pesat di negaranya dan Eropa pada umumnya. Wilder sebagaimana kebanyakan orang-orang kafir, takut menerima kenyataan bahwa Islam adalah benar dan rahmat bagi alam semesta. Maka dibuatlah film Fitna.
Wilder dalam hal ini jelas tidak belajar dari kejadian yang menimpa pendahulunya, Theo van Gogh yang tewas dibunuh karena penghinaannya terhadap Islam. Theo van Gogh membesut film Submission yang juga menghina Islam dan akhirnya menuai tikaman dan tujuh kali penembakan.
• Tepat tanggal 3 bulan Maret 2008 ini, genap 84 tahun sudah kaum Muslimin hidup tanpa syari'ah di tingkat negara (dalam naungan Khilafah Islam). Sudah pasti kehinaan, kesengsaraan, dan penindasan selalu menjadi keseharian ummat Islam akibat tiadanya 'pelindung' utama dalam ummat ini, yakni Khilafah Islam. Bersyukur, aktivitas jihad tidak pernah berhenti (walau belum tegak Khilafah Islam) dan mujahidin seluruh dunia tampil sebagai pembela ummat meski harus mendapat cacian dan hinaan serta tuduhan sebagai teroris dan ekstrimis.
Alhamdulillah, di front terdepan jihad global, syari'at Islam mulai diterapkan di tingkat negara, seperti di Daulah Islam Iraq pimpinan Amirul Mu'minin Abu Umar Al Baghdady, di Imarah Islam Afghanistan, pimpinan Amirul Mu'minin Mullah Muhammad Umar, dan Daulah Islam Kaukasus pimpinan Amirul Mu'minin Dokka Umarov. Kita tidak tahu siapa diantara 'Tiga Umar' ini yang kelak sungguh-sungguh menjadi Amirul Mu'minin untuk seluruh umat Islam sedunia, di bawah naungan Khilafah Islam.
• Bulan April 2008 menjadi bulan aksi untuk pembubaran Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). Aksi dan seruan untuk membubarkan JAI dan Gerakan Ahmadiyah Indonesia dikarenakan keberadaan kelompok Ahmadiyah yang jelas-jelas menyimpang dan menistakan Islam dan umat Islam.
Pengikut JAI dan Gerakan Ahmadiyah Indonesia adalah pengikut Nabi Palsu, Mirza Gulam Ahmad yang lahir pada tanggal 15 Februari 1835 M dan meninggal tanggal 26 Mei 1908 M. Selain mengaku nabi dan rosul, Mirza juga mengaku sebagai Imam Mahdi, serta mengaku menerima wahyu, yang disebut dengan Tadzkirah. Dengan kitab 'suci' yang dibuatnya ini Mirza Ghulam Ahmad membai'at murid-muridnya dan mengembangkan sekte sesat dan menyesatkan dengan nama Ahmadiyyah. Saat ini Ahmadiyyah yang masuk di Indonesia sejak tahun 1935 telah mempunyai sekitar 200 cabang, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB dan lain-lain.
Fenomena munculnya nabi-nabi palsu akhir zaman seperti Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Mosadeq, hingga Lia Aminuddin dengan klaim sebagai Al Masih, menerima wahyu dari Jibril a.s. sekaligus mengaku sebagai nabi yang mendapat wahyu menjadi realitas tak terbantahkan akan adanya konspirasi untuk menghancurkan Islam yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Pelbagai cerita "mukjizat" biasanya diumbar oleh para nabi palsu ini untuk meyakinkan para pengikutnya. Padahal, bisa jadi "mukjizat" palsu itu sengaja diciptakan oleh musuh-musuh Islam, baik yang nyata maupun tidak.
• Masih di bulan yang sama (April) tahun 2008, zionis Israel kembali menunjukkan permusuhan abadinya kepada kaum Muslimin Palestina. Sebanyak 7 warga Palestina syahid, termasuk seorang ibu dan keempat anaknya akibat serangan rudal zionis yahudi Israel, anak cucuk turunan kera dan babi, di Gaza Utara.
Pada hari sabtu tanggal 26 April, pasukan zionis juga menerobos ke kota Beit Lahiya di utara Jalur Gaza dalam upaya menangkap seorang pemimpin Hamas setempat. Pasukan kufar zionis Israel ini menyerbu ke rumah pimpinan Hamas sekaligus pemimpin Brigade Izuddin Al Qossam, dan berhasil menangkap pemimpin Hamas tersebut, Talat Hassam Marouf, dan menembak putrinya, Mariam, yang berusia 14 tahun.
• Insiden Monas yang terjadi pada 1 Juni 2008 menjadi peristiwa penting yang harus selalu diingat oleh ummat. Dalam insiden ini terjadi pergumulan dan perlawanan antara al haq melawan al batil. Insiden ini menggambarkan bahwa melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar merupakan perbuatan yang tidak mudah dan penuh dengan resiko. Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Islam mencoba menghentikan komunitas "Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan" (AKKBB) yang mencoba mengadakan acara untuk mendukung kelompok sesat Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Gerakan Ahmadiyah Indonesia.
Dalam peristiwa tersebut bentrokan tidak bisa dihindari antara FPI dan Laskar Islam (mewakili Al Haq) melawan AKKBB dan aliansi sekuler liberalis pluralis (di pihak Al Batil). Pasca kejadian insiden monas, pimpinan FPI Habib Rizieq dan pimpinan Laskar Islam, Munarman harus menerima kedzoliman dijadikan tersangka dan akhirnya ditahan hingga saat ini. Sebuah harga yang tidak murah dari amal mulia amar ma'ruf nahi munkar.

• Peristiwa ke-8 terjadi pada tanggal 8 Agustus 2008, yakni dibukanya Olimpiade Beijing oleh pemerintahan Cina. Semua mata tertuju ke negeri Tirai Bambu tersebut yang dianggap sukses sebagai tuan rumah pesta olah raga tingkat dunia. Pada saat yang sama, umat Islam yang berada di provinsi Xinjiang mendapatkan penindasan dan kedzoliman yang tiada tara oleh pemerintahan yang sama.
14 Abad yang lalu, pada masa khalifah Utsman bin Affan, diutuslah Sa'ad bin Abi Waqqas ke Cina dengan jarak tempuh sekitar 5000 mil untuk menyebarkan tauhid. Perjalanan ini kemudian dikenal dengan 'jalur sutra', dimana negara-negara yang dilewati tersebut dihiasi dengan dakwah hingga Islam akhirnya menyebar ke setiap bagian Cina. Saat ini populitas umat Islam tertinggi di Cina berada di Xinjiang, Gansu, Ningxia, Yunan dan propinsi Henan dengan jumlah sekitar 150 juta jiwa dengan jumlah masjid sekitar 30 ribu.
Sayangnya, antara tahun 1949 dan 1965 rezim komunis Mao membantai 26 juta jiwa ummat Islam di Barat Laut Cina, dan sebagiannya dibiarkan mati kelaparan. Tahun 1964 peraturan pemerintah Cina menggunakan orang-orang muslim di propinsi Xiang untuk percobaan nuklir dan sebagai akibatnya orang-orang di daerah tersebut ditemukan meninggal karena penyakit dan lebih dari 20.000 anak-anak dilahirkan cacat.
Sejak saat ini penindasan dan kedzoliman pemerintahan Cina kepada kaum Musimin tidak pernah berhenti, hingga abad ini. Kebijakan rasisme dan pembunuhan massal terus berlangsung yang dilakukan pemerintah Cina kepada kaum Muslimin di sana. Bahkan di bulan Agustus juga pada tahun 2006 polisi masuk secara paksa ke rumah wanita muslim Aminan Momixi ketika dia mengajar Al Qur'an kepada 37 muridnya. Dia ditahan dan murid-muridnya yang terdiri dari anak-anak yang berusia sangat muda sekitar 7 tahunan juga ikut ditahan.
Olimpiade Beijing 2008 yang dilakukan pemerintahan Cina tidak lain dan tidak bukan adalah kamuflase mereka untuk menutupi fakta sebenarnya kaum Muslimin di Cina yang dianiaya dan didzolimi sepanjang masa.
• Di bulan Oktober ini Amina Wadud bikin ulah lagi. Wanita berfaham liberal tersebut sebelumnya pernah menggemparkan dunia Islam di tahun 2005, dengan mengadakan shalat jum'at heboh, yang dipimpinnya sendiri dan dihadiri oleh sekitar 100 orang jamaa'ah laki-laki dan wanita di sebuah gereja katedral di Sundram Tagore Gallery 137 Grene Street, New York.
Di bulan Oktober 2008, wanita penulis buku "Qur'an and Woman : Rereading the Sacred Text from a woman's Perspective", ini kembali menggelar acara serupa, sebuah ibadah yang tidak pernah terjadi selama kurun waktu 1400 tahun dalam sejarah Islam, yakni menjadi imam sekaligus khatib dalam shalat jum'at. Kali ini, Wadud (Mardud) menyelenggarakan Jum'atan heboh di Pusat Pendidikan Muslim di Oxford dengan makmum jamaah laki-laki dan perempuan, dan tentu saja dia pula yang memberikan khutbah singkat pada para jama'ah di aula MEC (Muslim Educational Center) Oxford. Shalat jum'at ala Amina Wadud ini menjadi pembuka konferensi Islam dan feminisme yang digelar di Wolfson College, Oxford.
Agenda tersembunyi Amina Wadud jelas, yakni sebuah serangan peradaban Barat melalui ide feminisme liberal. Upaya Barat untuk meliberalkan Islam ditempuh dengan cara menafsirkan Islam (termasuk hadits) dengan menggunakan kacamata feminisme. Ironisnya, serangan Barat terhadap Islam melalui ide feminisme liberal dan ide-ide sekular lainnya dimaknai sebagai sebuah pembaruan agama. Para penganjur pembaharuan agama masuk melalui pintu pembaharuan fikih sebagai salah satu agendanya. Sejatinya, Amina Wadud telah menghina Islam. Allah SWT menyebut orang yang mencerca Islam sebagai gembong kekafiran yang mana predikat ini tentu lebih buruk dari sekedar kekafiran belaka.
• Di bulan november ini ada tiga kejadian penting yang menarik perhatian dunia, yang pertama adalah terpilihnya Barack Obama menjadi presiden ke-44 Amerika Serikat. Kejadian ini terjadi pada tanggal 4 November 2008.
Ironisnya, penduduk dunia menyambut terpilihnya Obama ini dengan suka cita, begitu pula dengan sebagian ummat Islam yang tertipu dan tidak mengetahui jati diri Barack Obama yang sebenarnya.
Alhamdulillah, tidak lama berselang, Al Qaeda melalui As Sahab Media mengeluarkan video yang berisi penjelasan dari Hakimul Ummat, Syekh Aiman Az Zawahiri tentang siapa sebenarnya Barack Obama. Video bertajuk Dzahaba Bush wa Majiy Obama secara menarik membandingkan dua karakter yang kelihatannya sama tetapi sebenarnya berbeda, yakni antara Barack Obama dengan Malcom X.

Meskipun Barack Obama dan Malcom X sama-sama berasal dari ras yang sama (negro), dan kedua-duanya juga dikenal sebagai orator ulung, simpatik, penuh kharismatik dan disukai banyak orang, namun keimanan dan pilihan akhir hidup mereka tidaklah serta merta sama. Petunjuk atau hidayah senyatanya adalah hak dan kehendak Allah SWT kepada siapa pun yang dikehendakiNya.
Barack Obama telah memilih untuk menjadi seorang kristen meski dilahirkan dari ayah seorang Muslim. Dia juga telah menunjukkan jati dirinya (Al Wala serta Al Baro) dengan membela mati-matian 'anak emas' Amerika, zionis yahudi dan memusuhi kaum Muslimin Palestina. Barack Obama telah menunjukkan betapa terlahir dari seorang ayah yang muslim bukanlah jaminan untuk kemudian juga menjadi seorang muslim dan berpihak kepada Islam dan kaum Muslimin. Sementara itu, seorang Malcom X yang terlahir dari seorang ayah kristen, namun akhirnya menjadi muslim yang sholeh, dan berjuang untuk tegaknya Islam, bahkan mati ketika memperjuangkan Islam.
• Kejadian penting kedua di bulan November terjadi lima hari berselang dari terpilihnya Obama, tepatnya pada tanggal 9 November 2008. Trio Mujahid Bom Bali dieksekusi di LP Nusakambangan.
Menjelang siang sebuah sms dari istri Asy Syahid (Insya Allah) Imam Samudra beredar di kalangan masyarakat Muslim. Begini isinya : Bismillah, Saya bersaksi Abdul Aziz bin Syihabuddin bin Nakhail Imam Samudra qudamah SYAHID. Wajahnya bersih baunya harum, belum pernah mencium. Alhamdulillah.
Adik beliau, Lulu Jamaluddin juga bersaksi : "Jenazah kakak wangi sekali waktu dikeluarkan dari peti. Seperti minyak wangi yang sering dipakainya," ujarnya di rumah duka, Lopang Gede, Serang. Sementara itu, kakak Imam Samudra, Khoirul Anwar yang turut memasukan jenazah ke liang lahat begitu terpukau saat melihat sang adik terakhir kali. "Wajahnya seperti anak kecil yang baru saja dapat permen. Seperti bayi yang baru saja dimandikan bidan," katanya. Lebih lanjut Khairul mengatakan, "Wajahnya begitu bahagia dan bersih. Bibirnya tampak senyum."
Sementara itu dari Lamongan, tepatnya di Tenggulun diceritakan bagaimana bau harum semerbak bertebaran dalam ruangan ketika mereka ingin melaksanakan sholat jenazah. "Bau harum semerbak bertebaran dalam ruangan. Kedua mujahid terlihat tersenyum dan wajahnya bersih, sangat bersih, serta jauh lebih tampan. Allahu Akbar!"
Menjelang sore hari, foto-foto mereka semua (Asy Syahid, Insya Allah) menghiasi situs-situs Islam dalam dan luar negeri dan menjadi pembicaraan tiada henti hingga saat ini.
• Kejadian penting ketiga di bulan November yang juga menarik perhatian di penghujung tahun 2008 adalah Peristiwa Mumbai. Sebuah kelompok yang menamakan dirinya Deccan Mujahidin melakukan serangan yang dimulai pada Rabu Malam, 26 November sekitar pukul 10 setelah membajak kapal nelayan, penyerang dikabarkan langsung masuk kota Mumbai dan menguasai beberapa lokasi yang kerap didatangi warga asing, seperti hotel, cafĂ©, dan sarana transportasi. Pusat Ibadah Yahudi Rumah Nariman, Hotel Taj Mahal dan Hotel Oberoi merupakan tiga tempat yang paling diincar pelaku penyerangan yang menggunakan senjata otomatis AK 47, granat tangan, dan bom.
Jumlah korban tewas dalam peristiwa yang berlangsung selama 160 jam tersebut lebih dari 180 orang termasuk belasan polisi Mumbai, warga asing dari AS, Inggris, dan Israel, serta sembilan orang pelaku. Pasukan khusus Indis, atau National Security Guard (NSG) membutuhkan waktu yang cukup lama dan alot untuk akhirnya bisa membebaskan Hotel Taj Mahal yang merupakan tempat terakhir yang berhasil dibebaskan pada Sabtu pagi tanggal 29 November.
Media nasional India menyatakan bahwa mereka menerima faks dari Deccan Mujahidin yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun pemerintah India menolak peryataan tersebut dan menuding kelompok militan Pakistan, Laskhar e-Taiba, yang menjadi dalang di balik peristiwa di kota bisnis dan wisata ternama India itu. Hingga tulisan ini diturunkan belum ada rilis resmi di situs-situs jihad atas nama mujahidin yang bertanggung jawab dalam Peristiwa Mumbai tersebut.
• The Best Shoes in The World. Demikian Syekh Anwar al Awlaki menjuluki sepasang sepatu yang menjadi insiden terpanas akhir tahun ini, yakni peristiwa 'Sepatu Terbang'. Bahkan dia mengatakan : "Jika ada yang tahu merk sepatu si wartawan itu, tolong informasikan pada kami. Kita semua ingin membelinya, sebagai bentuk solidaritas kita pada saudara kita itu!"

Peristiwa 'Sepatu Terbang' terjadi saat presiden George W Bush melakukan kunjungan perpisahan ke Irak. Dalam konferensi pers bersama perdana menteri boneka Iraq, Nuri al Maliki di kantor perdana menteri di Baghdad itulah seorang wartawan pemberani Muntadar Al Zaidi melayangkan sepasang sepatunya yang menurut Bush berukuran 10 di saat Bush melaporkan perkembangan perang pada masa akhir kepresidenannya.
Sayang lemparan itu meleset. Banyak pihak berharap Bush tidak bisa mengelak dari sepatu terbang tersebut. Ini adalah peristiwa sekali dalam seumur hidup, sebuah kesempatan yang diimpi-impikan, sebuah salam perpisahan yang takkan pernah dilupakan Bush.
Al Zaidi, koresponden Al Baghdadi TV yang berkantor di Kairo itu tidak hanya melemparkan sepasang sepatunya ke Bush dari jarak kurang 7 meter. Dia juga mengatakan "Ini ciuman perpisahan, Anjing Kau. Ini dari para janda, anak-anak yatim piatu dan mereka yang terbunuh di Irak."
Bush dulu pernah berhayal bahwa Amerika akan disambut di jalan-jalan kota Baghdad dengan bunga. Namun, tujuh tahun kemudian, yang diterimanya bukan karangan bunga, namun sumpah serapah dan sepatu terbang.
Bush melalui negara teroris Amerika telah mengeluarkan dana sekitar 567 milyar dollar dan 150.000 tentara yang dikirim ke Irak selama hampir 5 tahun 9 bulan. Kini Bush mulai menyesali atas tindakannya ke Irak, apalagi ketika mengetahui kekalahan pasukannya atas mujahidin Irak.
• Menjelang tahun baru Islam, umat Islam berduka. Rezim Zionis Israel hari Sabtu (27/12) melakukan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza. Rezim penjajah itu mengerahkan pesawat-pesawat tempur jenis F-16 dan helikopter-helikopter Apache-nya dan membantai warga Gaza yang sudah tak berdaya setelah selama setahun lebih diblokade oleh Israel.
Serangan demi serangan masih terus berlanjut hingga hari ini. Jumlah korban tewas hingga hari ini mencapai 390 orang dan melukai lebih dari 1800 warga Gaza.
Siapapun yang melihat dan menyaksikan kondisi Palestina, Masjidil Aqsha, tempat Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, saat ini, pasti akan bersedih. Agresi dari penjajah kaum terlaknat, yahudi laknatullah, terjadi setiap hari di bumi yang diberkahi tersebut. Kondisi Palestina yang seperti itu telah mewajibkan jihad bagi seluruh kaum muslimin.
Syekhul Jihad, Abdullah Azzam mengatakan bahwa kemuliaan Palestina tidak mungkin kembali hanya dengan ucapan-ucapan saja. Syekh Usamah bin Ladin mengatakan bahwa Amerika tidak akan pernah memimpikan keamanan hingga kami benar-benar merasakannya di Palestina. Syekh Aiman Az Zawahiri, mengeluarkan pesan dengan judul "Palestina merupakan urusan kita dan urusan setiap muslim". Syekh Abu Mush'ab Az Zarqawi mengatakan: "Sesungguhnya kami berperang di Irak sementara mata kami tertuju ke Baitul Maqdis".

» Baca Teruss Akh ,, Tanggung .

...

Rabu, 22 April 2009

Teka-Teki

Ada tebakan yang bikin ahli matematika bingung. nih... begini ceritanya:

* ada 1 ekor kambing harganya Rp 75.000
* ada 3 pemuda yang mau beli kambing tersebut...berarti masing2 orang mengumpulkan @ Rp 25.000...

Akhirnya terkumpul Rp 75.000 sesuai harga jual... betul?

Nah... uang itu lalu dikasih sama calo sejumlah uang tersebut = Rp75.000... Masih betul khan???

Calo itu ternyata ngasih ke pedagangnya Rp 70.000 (dipotong 5.000) Pasti dong?
Lalu dari 5.000 itu dibagi ke 3 pemuda tadi @ Rp 1.000 dan sisanya Rp 2.000 buat si calo... pasti masih betul khan?

Disini permasalahannya...
Berarti masing2 pemuda ngantongin Rp 1.000 (yach nggak) atau dengan kata lain seharusnya uang yang dikumpulkan oleh masing2 pemuda tadi Rp 25.000 - Rp 1.000 = Rp 24.000
Berarti masing2 pemuda harus membayar @ Rp 24.000
jadi perhitungan matematika = 3 X Rp 24.000 = Rp 72.000 bener dong???
Kalau ditotal jumlah uang yang dikumpulkan Rp.72.000* Rp 2.000 (punyanya si calo) + Rp. 72.000= Rp 74.000

Pertanyaannya? KEMANA SISA UANG YANG Rp. 1.000... HAYO...?



Dibawah ini ada empat ( 4 ) pertanyaan dan satu pertanyaan bonus. Jawablah semua tanpa banyak pikir.
Cuma boleh berpikir sedetik, jawab segera. OK?Ayo cari tahu, seberapa pintar anda... .Siap? GO!!!Siap? GO!!!
Pertanyaan pertama:
Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua. Sekarang posisi anda nomor berapa?

Jawaban: Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR! Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang ada di posisi nomor dua!
Jangan ngaco lagi, ya?.
Sekarang jawab pertanyaan kedua,tapi jangan berpikir lebih banyak daripada ketika menjawab pertanyaan pertama tadi,OK ?
Pertanyaan Kedua:Jika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi...?


Jawaban: Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir, anda SALAH LAGI... Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR? Anda sebetulnya tidak terlalu pintar, ' kan?
Pertanyaan ketiga:Hitung-hitungan yang pelik!
Catatan: kerjakan di pikiran anda saja.JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator.
Cobalah.Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya. Sekarang tambahkan 1000 lagi. Sekarang tambahkan 30 . !Tambahkan 1000 lagi. Sekarang tambahkan 20. Sekarang tambahkan 1000Sekarang tambahkan 10 . Berapa totalnya?
Apakah hasilnya 5000 ?Jawaban yang benar adalah 4100.
Kalau tidak percaya, cek dengan kalkulator!Hari apes, ' kan ?
Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa benar.......Mungkin.
Pertanyaan keempat:Ayah Mary punya lima anak: 1. Nana, 2. Nene, 3. Nini,4. Nono. Siapa nama anak kelima?
Apa anda menjawab Nunu?BUKAN! Tentu saja bukan.Anak kelima namanya Mary.
Baca lagi pertanyaannya!Okay, sekarang ronde bonus:
Seorang bisu pergi ke toko dan ingin membeli sikat gigi. Dengan menirukan orang menggosok gigi, ia berhasil menyampaikan keinginannya pada penjaga toko dan ia berhasil membeli sikat gigi...

Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin membeli kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?

Langsung aja ngomong, dia kan gak bisu...

» Baca Teruss Akh ,, Tanggung .

...

Jumat, 17 April 2009

Naskah Pidato Obama

My fellow citizens:
I stand here today humbled by the task before us, grateful for the trust you have bestowed, mindful of the sacrifices borne by our ancestors. I thank President Bush for his service to our nation, as well as the generosity and co-operation he has shown throughout this transition. Forty-four Americans have now taken the presidential oath. The words have been spoken during rising tides of prosperity and the still waters of peace. Yet, every so often the oath is taken amidst gathering clouds and raging storms.
At these moments, America has carried on not simply because of the skill or vision of those in high office, but because we, the people, have remained faithful to the ideals of our forbearers, and true to our founding documents.
So it has been. So it must be with this generation of Americans.
Serious challenges
That we are in the midst of crisis is now well understood. Our nation is at war, against a far-reaching network of violence and hatred. Our economy is badly weakened, a consequence of greed and irresponsibility on the part of some, but also our collective failure to make hard choices and prepare the nation for a new age. Homes have been lost; jobs shed; businesses shuttered. Our health care is too costly; our schools fail too many; and each day brings further evidence that the
ways we use energy strengthen our adversaries and threaten our planet.
These are the indicators of crisis, subject to data and statistics. Less measurable but no less profound is a sapping of confidence across our land - a nagging fear that America’s decline is inevitable, and that the next generation must lower its sights.
“We have chosen hope over fear, unity of purpose over conflict and discord”
Today I say to you that the challenges we face are real. They are serious and they are many. They will not be met easily or in a short span of time. But know this, America - they will be met.
On this day, we gather because we have chosen hope over fear, unity of purpose over conflict and discord.
On this day, we come to proclaim an end to the petty grievances and false promises, the recriminations and worn out dogmas, that for far too long have strangled our politics.
Nation of ‘risk-takers’
We remain a young nation, but in the words of scripture, the time has come to set aside childish things. The time has come to reaffirm our enduring spirit; to choose our better history; to carry forward that precious gift, that noble idea, passed on from generation to generation: the God-given promise that all are equal, all are free, and all deserve a chance to pursue their full measure of happiness.
In reaffirming the greatness of our nation, we understand that greatness is never a given. It must be earned. Our journey has never been one of short-cuts or settling for less. It has not been the path for the faint-hearted - for those who prefer leisure over work, or seek only the pleasures of riches and fame. Rather, it has been the risk-takers, the doers, the makers of things - some celebrated but more often men and women obscure in their labour, who have carried us up the long, rugged path towards prosperity and freedom.
For us, they packed up their few worldly possessions and travelled across oceans in search of a new life.
For us, they toiled in sweatshops and settled the West; endured the lash of the whip and ploughed the hard earth.
For us, they fought and died, in places like Concord and Gettysburg; Normandy and Khe Sahn.
‘Remaking America’
Time and again these men and women struggled and sacrificed and worked till their hands were raw so that we might live a better life. They saw America as bigger than the sum of our individual ambitions; greater than all the differences of birth or wealth or faction.
“The state of the economy calls for action, bold and swift”
This is the journey we continue today. We remain the most prosperous, powerful nation on earth. Our workers are no less productive than when this crisis began. Our minds are no less inventive, our goods and services no less needed than they were last week or last month or last year. Our capacity remains undiminished. But our time of standing pat, of protecting narrow interests and putting off unpleasant decisions - that time has surely passed. Starting today, we must pick ourselves up, dust ourselves off, and begin again the work of remaking America.
For everywhere we look, there is work to be done. The state of the economy calls for action, bold and swift, and we will act - not only to create new jobs, but to lay a new foundation for growth. We will build the roads and bridges, the electric grids and digital lines that feed our commerce and bind us together. We will restore science to its rightful place, and wield technology’s wonders to raise health care’s quality and lower its cost. We will harness the sun and the winds and the soil to fuel our cars and run our factories. And we will transform our schools and colleges and universities to meet the demands of a new age. All this we can do. All this we will do.
Restoring trust
Now, there are some who question the scale of our ambitions - who suggest that our system cannot tolerate too many big plans. Their memories are short. For they have forgotten what this country has already done; what free men and women can achieve when imagination is joined to common purpose, and necessity to courage.
What the cynics fail to understand is that the ground has shifted beneath them - that the stale political arguments that have consumed us for so long no longer apply.
“We reject as false the choice between our safety and our ideals”
The question we ask today is not whether our government is too big or too small, but whether it works - whether it helps families find jobs at a decent wage, care they can afford, a retirement that is dignified. Where the answer is yes, we intend to move forward. Where the answer is no, programs will end. And those of us who manage the public’s dollars will be held to account - to spend wisely, reform bad habits, and do our business in the light of day - because only then can we restore the vital trust between a people and their government.
Nor is the question before us whether the market is a force for good or ill. Its power to generate wealth and expand freedom is unmatched, but this crisis has reminded us that without a watchful eye, the market can spin out of control - that a nation cannot prosper long when it favours only the prosperous. The success of our economy has always depended not just on the size of our gross domestic product, but on the reach of our prosperity; on the ability to extend opportunity to every willing heart - not out of charity, but because it is the surest route to our common good.
‘Ready to lead’
As for our common defence, we reject as false the choice between our safety and our ideals. Our founding fathers, faced with perils we can scarcely imagine, drafted a charter to assure the rule of law and the rights of man, a charter expanded by the blood of generations. Those ideals still light the world, and we will not give them up for expedience’s sake. And so to all other peoples and governments who are watching today, from the grandest capitals to the small village where my father was born: know that America is a friend of each nation and every man, woman, and child who seeks a future of peace and dignity, and we are ready to lead once more.
” We will not apologise for our way of life, nor will we waver in its defence”
Recall that earlier generations faced down fascism and communism not just with missiles and tanks, but with the sturdy alliances and enduring convictions. They understood that our power alone cannot protect us, nor does it entitle us to do as we please. Instead, they knew that our power grows through its prudent use; our security emanates from the justness of our cause, the force of our example, the tempering qualities of humility and restraint. We are the keepers of this legacy. Guided by these principles once more, we can meet those new threats that demand even greater effort - even greater cooperation and understanding between nations. We will begin to responsibly leave Iraq to its people, and forge a hard-earned peace in Afghanistan. With old friends and former foes, we will work tirelessly to lessen the nuclear threat, and roll back the spectre of a warming planet. We will not apologise for our way of life, nor will we waver in its defence, and for those who seek to advance their aims by inducing terror and slaughtering innocents, we say to you now that our spirit is stronger and cannot be broken; you cannot outlast us, and we will defeat you.
‘Era of peace’
For we know that our patchwork heritage is a strength, not a weakness. We are a nation of Christians and Muslims, Jews and Hindus - and non-believers. We are shaped by every language and culture, drawn from every end of this earth; and because we have tasted the bitter swill of civil war and segregation, and emerged from that dark chapter stronger and more united, we cannot help but believe that the old hatreds shall someday pass; that the lines of tribe shall soon dissolve; that as the world grows smaller, our common humanity shall reveal itself; and that America must play its role in ushering in a new era of peace.
To the Muslim world, we seek a new way forward, based on mutual interest and mutual respect. To those leaders around the globe who seek to sow conflict, or blame their society’s ills on the West - know that your people will judge you on what you can build, not what you destroy. To those who cling to power through corruption and deceit and the silencing of dissent, know that you are on the wrong side of history; but that we will extend a hand if you are willing to unclench your fist.
To the people of poor nations, we pledge to work alongside you to make your farms flourish and let clean waters flow; to nourish starved bodies and feed hungry minds. And to those nations like ours that enjoy relative plenty, we say we can no longer afford indifference to suffering outside our borders; nor can we consume the world’s resources without regard to effect. For the world has changed, and we must change with it.
‘Duties’
As we consider the road that unfolds before us, we remember with humble gratitude those brave Americans who, at this very hour, patrol far-off deserts and distant mountains. They have something to tell us, just as the fallen heroes who lie in Arlington whisper through the ages. We honour them not only because they are guardians of our liberty, but because they embody the spirit of service; a willingness to find meaning in something greater than themselves. And yet, at this moment - a moment that will define a generation - it is precisely this spirit that must inhabit us all.
“What is required of us now is a new era of responsibility”
For as much as government can do and must do, it is ultimately the faith and determination of the American people upon which this nation relies. It is the kindness to take in a stranger when the levees break, the selflessness of workers who would rather cut their hours than see a friend lose their job which sees us through our darkest hours. It is the firefighter’s courage to storm a stairway filled with smoke, but also a parent’s willingness to nurture a child, that finally decides our fate.
Our challenges may be new. The instruments with which we meet them may be new. But those values upon which our success depends - honesty and hard work, courage and fair play, tolerance and curiosity, loyalty and patriotism - these things are old. These things are true. They have been the quiet force of progress throughout our history. What is demanded then is a return to these truths.
What is required of us now is a new era of responsibility - a recognition, on the part of every American, that we have duties to ourselves, our nation, and the world, duties that we do not grudgingly accept but rather seize gladly, firm in the knowledge that there is nothing so satisfying to the spirit, so defining of our character, than giving our all to a difficult task.
‘Gift of freedom’
This is the price and the promise of citizenship.
This is the source of our confidence - the knowledge that God calls on us to shape an uncertain destiny.
This is the meaning of our liberty and our creed - why men and women and children of every race and every faith can join in celebration across this magnificent mall, and why a man whose father less than 60 years ago might not have been served at a local restaurant can now stand before you to take a most sacred oath.
So let us mark this day with remembrance, of who we are and how far we have travelled. In the year of America’s birth, in the coldest of months, a small band of patriots huddled by dying campfires on the shores of an icy river. The capital was abandoned. The enemy was advancing. The snow was stained with blood. At a moment when the outcome of our revolution was most in doubt, the father of our nation ordered these words be read to the people:
“Let it be told to the future world… that in the depth of winter, when nothing but hope and virtue could survive… that the city and the country, alarmed at one common danger, came forth to meet [it].”
America. In the face of our common dangers, in this winter of our hardship, let us remember these timeless words. With hope and virtue, let us brave once more the icy currents, and endure what storms may come. Let it be said by our children’s children that when we were tested we refused to let this journey end, that we did not turn back nor did we falter; and with eyes fixed on the horizon and God’s grace upon us, we carried forth that great gift of freedom and delivered it safely to future generations.
Thank you. God bless you. And God bless the United States of America.

» Baca Teruss Akh ,, Tanggung .

...

Kamis, 16 April 2009

Jhon Titor , Penjelajah Ruang Dan Waktu

Seseorang yang mengaku dari tahun 2036 datang ke tahun 2000 untuk memposting di forum internet, mengaku sebagai prajurit amerika di tahun 2036 mengemban misi ke tahun 1975 untuk mengambil komputer portable pertama di dunia yaitu IBM 5100, dan mampir di tahun 2000-2001 untuk melihat keluarganya.

adapun pro dan kontra terhadap orang ini di forum menjadi topik hangat saat itu, karena dia dapat membuktikan hal-hal yang akan terjadi di masa dpn, dia juga mengupload foto mesin waktu nya, cara kerjanya, dan juga menyebarkan formula ilmiah mesin waktu tersebut di forum.
Beberapa orang di forum mulai memberondong John Titor dgn beragam pertanyaan, kesimpulan yang di dapat bahwa JOhn Titor adalah orang yg cerdas dan mempunya ilmu pengetahuan science yg mendalam, meski JOhn mengaku spesialisasi di History bukan di bidang komputer maupun science.

Siapa JOhn Titor ? Dia mengaku lahir tahun 1998 di florida, dia mengemban tugas dari tahun 2036 untuk ke tahun 1975 tuk mengambil PC IBM 5100, yg menurut dia dimana pc itu terdapat bahasa unix yg dpt memecahkan beragam bahasa unix. menurut dia teknologi di pc itu hanya seglintir org ibm saja yg tahu dan teknologi itu tidak pernah lagi di pasang di pc generasi selanjut nya hingga 2036.
Menurut dia semua sistem unix akan menghadapi time error di tahun 2036, oleh sebab itu IBM 5100 sangat penting.

Hal ini langsung di akui oleh pihak IBM , dan mereka kaget, karena hanya 5 org yg mengetahui hal itu, dan itu pun terjadi pada tahun 1975.
Konsep mesin waktu, John mengaku mesin waktu yg di pakai dia adalah C204 yg dpt memuat sampai 3 org mesin ini dimiliki oleh militer amerika di tahun 2036, dan mesin waktu bukan barang yg aneh di masa dia, ada lagi yg tipe lebih besar yaitu C206 yg di buat oleh GE (General Electric) dapat sampai 7 orang. Mesin ini hanya mampu membawa mereka maksium 60tahun ke masa silam dgn kecepatan 10tahun per jam.

Teori mesin waktu menurut John Titor,
Apapun yg saya lakukan dgn pergi ke masa silam tidak akan merubah masa depan saya, karena kita hidup di dimensi yg berbeda. Jadi menurut dia bahwa masa depan adalah keputusan. apa pun keputusan yg dibuat, di masa depan sudah ada jawaban nya.
Mesin waktu sangat berat bentuk nya panjang seperti box amunisi dengan beban mencapai 500kg, dia harus menaruh alat itu di dalam mobil dgn suspensi yg kuat, dan jika di nyalakan akan terbentu suatu black hole kecil yg mirip dgn donut. dan disaat itu lah semua akan terhisap kedalam black hole itu termasuk mobil nya menuju ketempat tujuan dalam proses perjalanan akan sangat panas, sulit untuk bernafas, dan jika tujuan anda nanti ternyata ada benda atau tembok yg menghalangi kehadiran anda di titik point yg sama maka otomatis mesin waktu akan switch off. jadi anda tidak pindah dari 1 titik ke titik yg lain, tapi anda pindah ke dimensi yg lain.
Hukum fisika Kuantum Everett-Wheeler adalah teori yg benar untuk mesin waktu, model ini juga bisa disebut “Many-Worlds Interpretation” atau dgn kata lain banyak hasil kemungkinan yang akan terjadi di masa depan berdasarkan keputusan saat ini, contoh nya, jika saya kembali ke tahun 1975 untuk membunuh kakek saya, lalu saya kembali ke 2036, saya akan tetap eksis, begitupun orang tua saya. tetapi di dimensi tahun 1975 dan masa depan nya saya dan orangtua saya tidak eksis. ini lah yg disebut many worlds interpretation.
PREDIKSI
John tidak pernah akan memberikan prediksi untuk menyangkut sport tips, atau untuk memperkaya diri
John tidak pernah akan memberikan prediksi kepada org untuk menghindari kematian, kecelakaan,tragedi.
John tidak akan pernah menunjuk/menyebutka n nama lengkap seseorang yg akan berpengaruh nantinya di masa depan.
Ok John dalam posting nya tidak pernah memberi prediksi secara langsung, hasil prediksi berikut merupakan rangkuman dariapa yg telah menjadi bahan diskusi John selama 5 bulan dari november 2000 - maret 2001.
1. John menyebutkan initial Tipler dan Kerr ,ilmuwan yang akan berpengaruh dgn mesin waktu. Nama kedua orang ini di lacak kebenerannya dan ternyata mereka eksis dan mereka adalah profesor fisika.

2. Konsep dasar mesin waktu akan di kemukakan oleh CERN di tahun 2001, kenyataanya di tahun 2000-2001 blom banyak yg tahu tentang organisasi CERN, dan ternyata bener pd tahun 2001 CERN menyatakan menemukan konsep black hole, dimana ini akan menjadi dasar mesin waktu.

3. John Titor memberikan rincian mesin waktu yang dia pakai kpd kita,yg berisi Magnetic housing units for dual microsignularities, Electron injection manifold to alter mass and gravity of microsingularities, Cooling and x-ray venting system, Gravity sensors (VGL system), Main clocks (4 cesium units), Main computer units (3). Para ilmuwan skrg menyatakan dgn mesin dan cara operasional yg disampaikan John memungkinkan untuk melakukan timetravel.

4. Prediksi cepat JOhn ttg amerika bahwah, mulai tahun 2004 USA akan mulai terjadi perang saudara, dimana antara tahun 2004-2008 terjadi demonstrasi dan pergolakan di dalam USA, tahun 2008-2015 puncak dari perang saudara itu.

5. Perang dunia 3 akan di mulai tahun 2015, dia menyatakan Rusia akan menyerang amerika dgn nuklir di tahun 2015, otomatis perang saudara di amerika berhenti dan mereka bersatu melawan russia dan nantinya amerika hanya akan terbentuk menjadi 5 negara bagian dengan presiden setiap negara bagian masing2 dengan ibukota berpindah ke nebraska. Menurut dia kota2 besar di amerika akan hancur begitun di eropa,CINA, timur tengah. Sedangkan negara2 yg tidak terlibat perang dunia ke 3 adalah amerika selatan dan australia, NZ. Perang ini akan menghilangkan 3 milyar populasi dunia.

6. Penyakit sapi gila akan mewabah dan makin parah di tahun 2036, karena penyakit ini dapat berdiam dalam tubuh manusia selama 30tahun lebih dan mulai beraksi saat kita menjelang tua, penyakit AIDS belum ada obatnya, penyakit kanker sudah bisa di atasi dgn menggunakan virus melawan kanker itu sendiri (teori kanker ini sudah terbukti di jaman kita).

7. Makanan dan air bersih sangat sukar di dapatkan akibat radiasi nuklir, di tahun 2036 setiap orang akan sangat berhati2 dengan makanan/minuman yg akan di konsumsinya, John menyatakan dia sangat ketakutan di tahun 2000-2001 dimana melihat orang dpt memesan makanan sesuka hatinya spt di fastfood tanpa mengecek kesehatan makanan tersebut.

8. Dimasa depan kehidupan bertani akan kembali,religi akan menjadi sangat kuat, banyak orang yg menyesalkan PD3 hanya karena permainan politik.

9. John pernah menyatakan di NY akan ada gedung pencakar langit yang akan hilang dalam waktu dekat (9/11) dan tidak ditemukan nya Senjata pemusnah massal di timur tengah (irak) tetap membuat politik amerika untuk berperang.

10. Perkembangan IT akan sangat berkembang, dia menyatakan bahwa bakal banyak org akan membuat video mereka sendiri dan di upload ke internet (youtube) lalu sistem internet nanti akan independen dgn hanya menggunakan alat kecil dgn tenaga matahari dapat memancarkan signal sejauh 60mil (wi-max)

11. Di tahun 2036 energi hydrogen dan energi panas matahari berperan sangat penting dan lebih efisien

12. Anda-anda sekarang barusan melewati bencana yg menakutkan, coba andi pikiran kembali apa yg ditakuti 1- 1,5 tahun yg lalu (taon 1999), menurut milis di forum yg di maksud adalah bencana y2k, mereka menyatakan bahwa John telah kembali ke tahun 1975 untuk memberitahu para imuwan ttg bencana y2k.

13. Menurut John, kehidupan sosial masyarakat sekarang adalah sangat parah, karena kita semua sangat malas, egois, individualis, acuh untuk bersosialisasi seperti domba dan banyak org yg menghabiskan waktu untuk hal2 yg tak berguna. Coba lah tuk bangun dan melihat keadaan disekeliling kita, kondisi alam makin rusak, bumi ini lagi sekarat.

14. Di tahun 2036 tidak ada organisasi kesehatan yang akan melindungi mu, jadi jika anda sakit parah, siap2 gali lubang kubur sendiri.(klo saat ini ada jaminan kesehatan tuk seluruh penduduk amrik)

15. Temperatur dan suhu di dunia akan menjadi lebih dingin.

16. Saya tahu tentang prediksi bangsa maya ttg tahun 2012, yah memang sesuatu hal yg unik akan terjadi, kira2 seperti cerita ttg laut merah dan org mesir. tapi itu tidak membuat dunia ini kiamat.

17. Yahoo and microsoft is no longer exist in 2036.

18. MARS AND UFO, sampai tahun 2036 kita masih tidak menemukan apa2 di mars, begitu pun ttg ufo masih menjadi misteri, walaupun para ilmuwan di tahun 2036 pernah menyatakan bahwa ufo/alien juga adalah timetraveler dari masa depan dan alien adalah bangsa manusia yg telah berevolusi akibat perubahan alam/radiasi/ perang, mereka para alien memiliki struktur tubuh dan organ2 internal yg sama dengan manusia.

John Titor last post tgl 21 maret 2001 mengatakan selamat tinggal, dan dia kembali ke tahun 2036.
John Titor pernah meminta ayahnya untuk merekam proses time machine saat dia pakai untuk kembali ke tahun 2036 dan di upload ke internet melalui pengacara keluarganya Larry Harber, tapi entah kenapa rekaman video itu tidak jadi di upload, ada yg bilang rekaman itu telah di ambil oleh pihak intelijen amerika.

» Baca Teruss Akh ,, Tanggung .

...

Rabu, 15 April 2009

Perang Salib dan Shalahudin Al Ayubi

Shalahuddin Al Ayyubi, Pahlawan Islam dari Seratus Medan Pertempuran (1137 – 1193 M), namanya telah terpateri di hati sanubari pejuang Muslim yang memiliki jiwa patriotik dan heroik, telah terlanjur terpahat dalam sejarah perjuangan umat Islam karena telah mampu menyapu bersih, menghancurleburkan tentara salib yang merupakan gabungan pilihan dari seluruh benua Eropa.

Konon guna membangkitkan kembali ruh jihad atau semangat di kalangan Islam yang saat itu telah tidur nyenyak dan telah lupa akan tongkat estafet yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad saw., maka Salahuddinlah yang mencetuskan ide dirayakannya kelahiran Nabi Muhammad saw. Melalui media peringatan itu dibeberkanlah sikap ksatria dan kepahlawanan pantang menyerah yang ditunjukkan melalui “Siratun Nabawiyah”. Hingga kini peringatan itu menjadi tradisi dan membudaya di kalangan umat Islam.

Jarang sekali dunia menyaksikan sikap patriotik dan heroik bergabung menyatu dengan sifat perikemanusian seperti yang terdapat dalam diri pejuang besar itu. Rasa tanggung jawab terhadap agama (Islam) telah ia baktikan dan buktikan dalam menghadapi serbuan tentara ke tanah suci Palestina selama dua puluh tahun, dan akhirnya dengan kegigihan, keampuhan dan kemampuannya dapat memukul mundur tentara Eropa di bawah pimpinan Richard Lionheart dari Inggris.

Hendaklah diingat, bahwa Perang Salib adalah peperangan yang paling panjang dan dahsyat penuh kekejaman dan kebuasan dalam sejarah umat manusia, memakan korban ratusan ribu jiwa, di mana topan kefanatikan membabi buta dari Kristen Eropa menyerbu secara menggebu-gebu ke daerah Asia Barat yang Islam.

Seorang penulis Barat berkata, “Perang Salib merupakan salah satu bagian sejarah yang paling gila dalam riwayat kemanusiaan. Umat Nasrani menyerbu kaum Muslimin dalam ekspedisi bergelombang selama hampir tiga ratus tahun sehingga akhirnya berkat kegigihan umat Islam mereka mengalami kegagalan, berakibat kelelahan dan keputusasaan. Seluruh Eropa sering kehabisan manusia, daya dan dana serta mengalami kebangkrutan sosial, bila bukan kehancuran total. Berjuta-juta manusia yang tewas dalam medan perang, sedangkan bahaya kelaparan, penyakit dan segala bentuk malapetaka yang dapat dibayangkan berkecamuk sebagai noda yang melekat pada muka tentara Salib. Dunia Nasrani Barat saat itu memang dirangsang ke arah rasa fanatik agama yang membabi buta oleh Peter The Hermit dan para pengikutnya guna membebaskan tanah suci Palestina dari tangan kaum Muslimin”.

“Setiap cara dan jalan ditempuh”, kata Hallam guna membangkitkan kefanatikan itu. Selagi seorang tentara Salib masih menyandang lambang Salib, mereka berada di bawah lindungan gereja serta dibebaskan dari segala macam pajak dan juga untuk berbuat dosa.

Peter The Hermit sendiri memimpin gelombang serbuan yang kedua terdiri dari empat puluh ribu orang. Setelah mereka sampai ke kota Malleville mereka menebus kekalahan gelombang serbuan pertama dengan menghancurkan kota itu, membunuh tujuh ribu orang penduduknya yang tak bersalah, dan melampiaskan nafsu angkaranya dengan segala macam kekejaman yang tak terkendali. Gerombolan manusia fanatik yang menamakan dirinya tentara Salib itu mengubah tanah Hongaria dan Bulgaria menjadi daerah-daerah yang tandus.

“Bilamana mereka telah sampai ke Asia Kecil, mereka melakukan kejahatan-kejahatan dan kebuasan-kebuasan yang membuat alam semesta menggeletar” demikian tulis pengarang Perancis Michaud.

Gelombang serbuan tentara Salib ketiga yang dipimpin oeh seorang Rahib Jerman, menurut pengarang Gibbon terdiri dari sampah masyarakat Eropa yang paling rendah dan paling dungu. Bercampur dengan kefanatikan dan kedunguan mereka itu izin diberikan guna melakukan perampokan, perzinaan dan bermabuk-mabukan. Mereka melupakan Konstantin dan Darussalam dalam kemeriahan pesta cara gila-gilaan dan perampokan, pengrusakan dan pembunuhan yang merupakan peninggalan jelek dari mereka atas setiap daerah yang mereka lalui” kata Marbaid.

Gelombang serbuan tentara Salib keempat yang diambil dari Eropa Barat, menurut keterangan penulis Mill “terdiri dari gerombolan yang nekat dan ganas. Massa yang membabi buta itu menyerbu dengan segala keganasannya menjalankan pekerjaan rutinnya merampok dan membunuh. Tetapi akhirnya mereka dapat dihancurkan oleh tentara Hongaria yang naik pitam dan telah mengenal kegila-gilaan tentara Salib sebelumnya.

Tentara Salib telah mendapat sukses sementara dengan menguasai sebagian besar daerah Syria dan Palestina termasuk kota suci Yerusalem. Tetapi Kemenangan-kemenangan mereka ini telah disusul dengan keganasan dan pembunuhan terhadap kaum Muslimin yang tak bersalah yang melebihi kekejaman Jengis Khan dan Hulagu Khan.

John Stuart Mill ahli sejarah Inggris kenamaan, mengakui pembunuhan-pembunuhan massal penduduk Muslim ini pada waktu jatuhnya kota Antioch. Mill menulis: “Keluruhan usia lanjut, ketidakberdayaan anak-anak dan kelemahan kaum wanita tidak dihiraukan sama sekali oleh tentara Latin yang fanatik itu. Rumah kediaman tidak diakui sebagai tempat berlindung dan pandangan sebuah masjid merupakan pembangkit nafsu angkara untuk melakukan kekejaman. Tentara Salib menghancurleburkan kota-kota Syria, membunuh penduduknya dengan tangan dingin, dan membakar habis perbendaharaan kesenian dan ilmu pengetahuan yang sangat berharga, termasuk “Kutub Khanah” (Perpustakaan) Tripolis yang termasyhur itu. “Jalan raya penuh aliran darah, sehingga keganasan itu kehabisan tenaga,” kata Stuart Mill. Mereka yang cantik rupawan disisihkan untuk pasaran budak belian di Antioch. Tetapi yang tua dan yang lemah dikorbankan di atas panggung pembunuhan.

Lewat pertengahan abad ke-12 Masehi ketika tentara Salib mencapai puncak kemenangannya dan Kaisar Jerman, Perancis serta Richard Lionheart Raja Inggris telah turun ke medan pertempuran untuk turut merebut tanah suci Baitul Maqdis, gabungan tentara Salib ini disambut oleh Sultan Shalahuddin al Ayyubi (biasa disebut Saladin), seorang Panglima Besar Muslim yang menghalau kembali gelombang serbuan umat Nasrani yang datang untuk maksud menguasai tanah suci. Dia tidak saja sanggup untuk menghalau serbuan tentara Salib itu, akan tetapi yang dihadapi mereka sekarang ialah seorang yang berkemauan baja serta keberanian yang luar biasa yang sanggup menerima tantangan dari Nasrani Eropa.

Siapakah Shalahuddin? Bagaimana latar belakang kehidupannya?

Shalahuddin dilahirkan pada tahun 1137 Masehi. Pendidikan pertama diterimanya dari ayahnya sendiri yang namanya cukup tersohor, yakni Najamuddin al-Ayyubi. Di samping itu pamannya yang terkenal gagah berani juga memberi andil yang tidak kecil dalam membentuk kepribadian Shalahuddin, yakni Asaduddin Sherkoh. Kedua-duanya adalah pembantu dekat Raja Syria Nuruddin Mahmud.

Asaduddin Sherkoh, seorang jenderal yang gagah berani, adalah komandan Angkatan Perang Syria yang telah memukul mundur tentara Salib baik di Syria maupun di Mesir. Sherkoh memasuki Mesir dalam bulan Februari 1167 Masehi untuk menghadapi perlawanan Shawer seorang menteri khalifah Fathimiyah yang menggabungkan diri dengan tentara Perancis. Serbuan Sherkoh yang gagah berani itu serta kemenangan akhir yang direbutnya dari Babain atas gabungan tentara Perancis dan Mesir itu menurut Michaud “memperlihatkan kehebatan strategi tentara yang bernilai ringgi.”

Ibnu Aziz AI Athir menulis tentang serbuan panglima Sherkoh ini sebagai berikut: “Belum pernah sejarah mencatat suatu peristiwa yang lebih dahsyat dari penghancuran tentara gabungan Mesir dan Perancis dari pantai Mesir, oleh hanya seribu pasukan berkuda”.

Pada tanggal 8 Januari 1169 M Sherkoh sampai di Kairo dan diangkat oleh Khalifah Fathimiyah sebagai Menteri dan Panglima Angkatan Perang Mesir. Tetapi sayang, Sherkoh tidak ditakdirkan untuk lama menikmati hasil perjuangannya. Dua bulan setelah pengangkatannya itu, dia berpulang ke rahmatullah.

Sepeninggal Sherkoh, keponakannya Shalahuddin al-Ayyubi diangkat jadi Perdana Menteri Mesir. Tak seberapa lama ia telah disenangi oleh rakyat Mesir karena sifat-sifatnya yang pemurah dan adil bijaksana itu. Pada saat khalifah berpulang ke rahmatullah, Shalahuddin telah menjadi penguasa yang sesungguhnya di Mesir.

Di Syria, Nuruddin Mahmud yang termasyhur itu meninggal dunia pada tahun 1174 Masehi dan digantikan oleh putranya yang berumur 11 tahun bernama Malikus Saleh. Sultan muda ini diperalat oleh pejabat tinggi yang mengelilinginya terutama (khususnya) Gumushtagin. Shalahuddin mengirimkan utusan kepada Malikus Saleh dengan menawarkan jasa baktinya dan ketaatannya. Shalahuddin bahkan melanjutkan untuk menyebutkan nama raja itu dalam khotbah-khotbah Jumatnya dan mata uangnya. Tetapi segala macam bentuk perhatian ini tidak mendapat tanggapan dari raja muda itu berserta segenap pejabat di sekelilingnya yang penuh ambisi itu. Suasana yang meliputi kerajaan ini sekali lagi memberi angin kepada tentara Salib, yang selama ini dapat ditahan oleh Nuruddin Mahmud dan panglimanya yang gagah berani, Jenderal Sherkoh.

Atas nasihat Gumushtagin, Malikus Saleh mengundurkan diri ke kota Aleppo, dengan meninggalkan Damaskus diserbu oleh tentara Perancis. Tentara Salib dengan segera menduduki ibukota kerajaan itu, dan hanya bersedia untuk menghancurkan kota itu setelah menerima uang tebusan yang sangat besar. Peristiwa itu menimbulkan amarah Shalahuddin al-Ayyubi yang segera ke Damaskus dengan suatu pasukan yang kecil dan merebut kembali kota itu.

Setelah ia berhasil menduduki Damaskus dia tidak terus memasuki istana rajanya Nuruddin Mahmud, melainkan bertempat di rumah orang tuanya. Umat Islam sebaliknya sangat kecewa akan tingkah laku Malikus Saleh. dan mengajukan tuntutan kepada Shalahuddin untuk memerintah daerah mereka. Tetapi Shalahuddin hanya mau memerintah atas nama raja muda Malikus Saleh. Ketika Malikus Saleh meninggal dunia pada tahun 1182 Masehi, kekuasaan Shalahuddin telah diakui oleh semua raja-raja di Asia Barat.

Diadakanlah gencatan senjata antara Sultan Shalahuddin dan tentara Perancis di Palestina, tetapi menurut ahli sejarah Perancis Michaud: “Kaum Muslimin memegang teguh perjanjiannya, sedangkan golongan Nasrani memberi isyarat untuk memulai lagi peperangan.” Berlawanan dengan syarat-syarat gencatan senjata, penguasa Nasrani Renanud atau Reginald dari Castillon menyerang suatu kafilah Muslim yang lewat di dekat istananya, membunuh sejumlah anggotanya dan merampas harta bendanya.

Lantaran peristiwa itu Sultan sekarang bebas untuk bertindak. Dengan siasat perang yang tangkas Sultan Shalahuddin mengurung pasukan musuh yang kuat itu di dekat bukit Hittin pada tahun 1187 M serta menghancurkannya dengan kerugian yang amat besar. Sultan tidak memberikan kesempatan lagi kepada tentara Nasrani untuk menyusun kekuatan kembali dan melanjutkan serangannya setelah kemenangan di bukit Hittin. Dalam waktu yang sangat singkat dia telah dapat merebut kembali sejumlah kota yang diduduki kaum Nasrani, termasuk kota-kota Naplus, Jericho, Ramlah, Caosorea, Arsuf, Jaffa dan Beirut. Demikian juga Ascalon telah dapat diduduki Shalahuddin sehabis pertempuran yang singkat yang diselesaikan dengan syarat-syarat yang sangat ringan oleh Sultan yang berhati mulia itu.

Sekarang Shalahuddin menghadapkan perhatian sepenuhnya terhadap kota Jerusalem yang diduduki tentara Salib dengan kekuatan melebihi enam puluh ribu prajurit. Ternyata tentara salib ini tidak sanggup menahan serbuan pasukan Sultan dan menyerah pada tahun 1193. Sikap penuh perikemanusiaan Sultan Shalahuddin dalam memperlakukan tentara Nasrani itu merupakan suatu gambaran yang berbeda seperti langit dan bumi, dengan perlakuan dan pembunuhan secara besar-besaran yang dialami kaum Muslimin ketika dikalahkan oleh tentara Salib sekitar satu abad sebelumnya.

Menurut penuturan ahli sejarah Michaud, pada waktu Jerusalem direbut oleh tentara Salib pada tahun 1099 Masehi, kaum Muslimin dibunuh secara besar-besaran di jalan-jalan raya dan di rumah-rumah kediaman. Jerusalem tidak memiliki tempat berlindung bagi umat Islam yang menderita kekalahan itu. Ada yang melarikan diri dari cengkeraman musuh dengan menjatuhkan diri dari tembok-tembok yang tinggi, ada yang lari masuk istana, menara-menara, dan tak kurang pula yang masuk masjid. Tetapi mereka tidak terlepas dari kejaran tentara Salib. Tentara Salib yang menduduki masjid Umar di mana kaum Muslimin dapat bertahan untuk waktu yang singkat. mengulangl lagi tindakan-tindakan yang penuh kekejaman. Pasukan infanteri dan kavaleri menyerbu kaum pengungsi yang lari tunggang langgang. Di tengah-tengah kekacaubalauan kaum peenyerbu itu yang terdengar hanyalah erangan dan teriakan maut. Pahlawan Salib yang berjasa itu berjalan menginjak-injak tumpukan mayat Muslimin, mengejar mereka yang masih berusaha dengan sia-sia melarikan diri. Raymond d’ Angiles yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa “di serambi masjid mengalir darah sampai setinggi lutut, dan sampai ke tali tukang kuda prajurit.”

Penyembelihan manusia biadab ini berhenti sejenak, ketika tentara Salib berkumpul untuk melakukan misa syukur atas kemenangan yang telah mereka peroleh. Tetapi setelah beribadah itu, mereka melanjutkan kebiadaban dengan keganasan. “Semua tawanan” kata Michaud, “yang tertolong nasibnya karena kelelahan tentara Salib yang semula tertolong karena mengharapkan diganti dengan uang tebusan yang besar, semua dibunuh dengan tanpa ampun. Kaum Muslimin terpaksa menjatuhkan diri mereka dari menara dan rumah kediaman; mereka dibakar hidup-hidup, mereka diseret dari tempat persembunyiannya di bawah tanah; mereka dipancing dari tempat perlindungannya agar keluar untuk dibunuh di atas timbunan mayat.”

Cucuran air mata kaum wanita, pekikan anak-anak yang tak bersalah, bahkan juga kenangan dari tempat di mana Nabi lsa memaafkan algojo-algojonya, tidak dapat meredakan nafsu angkara tentara yang menang itu. Penyembelihan kejam itu berlangsung selama seminggu. Dan sejumlah kecil yang dapat melarikan diri dari pembunuhan jatuh menjadi budak yang hina dina.

Seorang ahli sejarah Barat, Mill menambahkan pula: “Telah diputuskan, bahwa kaum Muslimin tidak boleh diberi ampun. Rakyat yang ditaklukkan oleh karena itu harus diseret ke tempat-tempat umum untuk dibunuh hidup-hidup. Ibu-ibu dengan anak yang melengket pada buah dadanya, anak-anak laki-laki dan perempuan, seluruhnya disembelih. Lapangan-Iapangan kota, jalan-jalan raya, bahkan pelosok-pelosok Jerusalem yang sepi telah dipenuhi oleh bangkai-bangkai mayat laki-laki dan perempuan, dan anggota tubuh anak-anak. Tiada hati yang menaruh belas kasih atau teringat untuk berbuat kebajikan.”

Demikianlah rangkaian riwayat pembantaian secara masal kaum Muslimin di Jerusalem sekira satu abad sebelum Sultan Shalahuddin merebut kembali kota suci, di mana lebih dari tujuh puluh ribu umat Islam yang tewas.

Sebaliknya, ketika Sultan Shalahuddin merebut kembali kota Jerusalem pada tahun 1193 M, dia memberi pengampunan umum kepada penduduk Nasrani untuk tinggal di kota itu. Hanya para prajurit Salib yang diharuskan meninggalkan kota dengan pembayaran uang tebusan yang ringan. Bahkan sering terjadi bahwa Sultan Shalahuddin yang mengeluarkan uang tebusan itu dari kantongnya sendiri dan diberikannya pula kemudian alat pengangkutan. Sejumlah kaum wanita Nasrani dengan mendukung anak-anak mereka datang menjumpai Sultan dengan penuh tangis seraya berkata: “Tuan saksikan kami berjalan kaki, para istri serta anak-anak perempuan para prajurit yang telah menjadi tawanan Tuan, kami ingin meninggalkan negeri ini untuk selama-lamanya. Para prajurit itu adalah tumpuan hidup kami. Bila kami kehilangan mereka akan hilang pulalah harapan kami. Bilamana Tuan serahkan mereka kepada kami mereka akan dapat meringankan penderitaan kami dan kami akan mempunyai sandaran hidup.”

Sultan Shalahuddin sangat tergerak hatinya dengan permohonan mereka itu dan dibebaskannya para suami kaum wanita Nasrani itu. Mereka yang berangkat meninggalkan kota, diperkenankan membawa seluruh harta bendanya. Sikap dan tindakan Sultan Shalahuddin yang penuh kemanusiaan serta dari jiwa yang mulia ini memperlihatkan suasana kontras yang sangat mencolok dengan penyembelihan kaum Muslimin di kota Jerusalem dalam tangan tentara Salib satu abad sebe1umnya. Para komandan pasukan tentara Shalahuddin saling berlomba dalam memberikan pertolongan kepada tentara Salib yang telah dikalahkan itu.

Para pelarian Nasrani dari kota Jerusalem itu tidaklah mendapat perlindungan oleh kota-kota yang dikuasai kaum Nasrani. “Banyak kaum Nasrani yang meninggalkan Jerusalem,” kata Mill, pergi menuju Antioch, tetapi panglima Nasrani Bohcmond tidak saja menolak memberikan perlindungan kepada mcreka, bahkan merampasi harta benda mereka. Maka pergilah mereka menuju ke tanah kaum Muslimin dan diterima di sana dengan baik. Michaud mcmberikan keterangan yang panjang lebar tentang sikap kaum Nasrani yang tak berperikemanusiaan ini terhadap para pelarian Nasrani dari Jerusalem. Tripoli menutup pintu kotanya dari pengungsi ini, kata Michaud. “Seorang wanita karena putus asa melemparkan anak bayinya ke dalam laut sambil menyumpahi kaum Nasrani yang menolak untuk memberikan pertolongan kepadanya,” kata Michaud. Sebaliknya Sultan Shalahuddin bersikap penuh timbang rasa terhadap kaum Nasrani yang ditaklukkan itu. Sebagai pertimbangan terhadap perasaan mereka, dia tidak memasuki Jerusalem sebelum mereka meninggalkannya.

Dari Jerusalem Sultan Shalahuddin mengarahkan pasukannya ke kota Tyre, di mana tentara Salib yang tidak tahu berterima kasih terhadap Sultan Shalahuddin yang telah mengampuninya di Jerusalem, menyusun kekuatan kembali untuk melawan Sultan. Sultan Shalahuddin menaklukkan sejumlah kota yang diduduki oleh tentara Salib di pinggir pantai, termasuk kota Laodicea, Jabala, Saihun, Becas, dan Debersak. Sultan telah melepas hulu balang Perancis bernama Guy de Lusignan dengan perjanjian, bahwa dia harus segera pulang ke Eropa. Tetapi tidak lama setelah pangeran Nasrani yang tak tahu berterima kasih ini mendapatkan kebebasannya, dia mengingkari janjinya dan mengumpulkan suatu pasukan yang cukup besar dan mengepung kota Ptolemais.

Jatuhnya Jerusalem ke tangan kaum Muslimin menimbulkan kegusaran besar di kalangan dunia Nasrani. Sehingga mereka segera mengirimkan bala bantuan dari seluruh pelosok Eropa. Kaisar Jerman dan Perancis serta raja Inggris Richard Lion Heart segera berangkat dengan pasukan yang besar untuk merebut tanah suci dari tangan kaum Muslimin. Mereka mengepung kota Akkra yang tidak dapat direbut selama berapa bulan. Dalam sejumlah pertempuran terbuka, tentara Salib mengalami kekalahan dengan meninggalkan korban yang cukup besar.

Sekarang yang harus dihadapi Sultan Shalahuddin ialah berupa pasukan gabungan dari Eropa. Bala bantuan tentara Salib mengalir ke arah kota suci tanpa putus-putusnya, dan sungguh pun kekalahan dialami mereka secara bertubi-tubi, namun demikian tentara Salib ini jumlah semakin besar juga. Kota Akkra yang dibela tentara Islam berbulan-bulan lamanya menghadapi tentara pilihan dari Eropa, akhirnya karena kehabisan bahan makanan terpaksa menyerah kepada musuh dengan syarat yang disetujui bersama secara khidmat, bahwa tidak akan dilakukan pembunuhan-pembunuhan dan bahwa mereka diharuskan membayar uang tebusan sejumlah 200.000 emas kepada pimpinan pasukan Salib. Karena kelambatan dalam suatu penyelesaian uang tebusan ini, Raja Richard Lionheart menyuruh membunuh kaum Muslimin yang tak berdaya itu dengan dan hati yang dingin di hadapan pandangan mata saudara sesama kaum Muslimin.

Perilaku Raja Inggris ini tentu saja sangat menusuk perasaan hati Sultan Shalahuddin. Dia bernadzar untuk menuntut bela atas darah kaum Muslimin yang tak bersalah itu. Dalam pertempuran yang berkecamuk sepanjang 150 mil garis pantai, Sultan Shalahuddin memberikan pukulan-pukulan yang berat terhadap tentara Salib.

Akhirnya Raja Inggris yang berhati singa itu mengajukan permintaan damai yang diterima oleh Sultan. Raja itu merasakan bahwa yang dihadapinya adalah seorang yang berkemauan baja dan tenaga yang tak terbatas serta menyadari betapa sia-sianya melanjutkan perjuangan terhadap orang yang demikian itu. Dalam bulan September 1192 Masehi dibuatlah perjanjian perdamaian. Tentara Salib itu meninggalkan tanah suci dengan ransel dengan barang-barangnya kembali menuju Eropa.

“Berakhirlah dengan demikian serbuan tentara Salib itu” tulis Michaud “di mana gabungan pasukan pilihan dari Barat merebut kemenangan tidak lebih daripada kejatuhan kota Akkra dan kehancuran kota Askalon. Dalam pertempuran itu Jerman kehilangan seorang kaisarnya yang besar beserta kehancuran tentara pilihannya. Lebih dari enam ratus ribu orang pasukan Salib mendarat di depan kota Akkra dan yang kembali pulang ke negerinya tidak lebih dari seratus ribu orang. Dapatlah dipahami mengapa Eropa dengan penuh kesedihan menerima hasil perjuangan tentara Salib itu, oleh karena yang turut dalam pertempuran terakhir adalah tentara pilihan. Bunga kesatria Barat yang menjadi kebanggaan Eropa telah turut dalam pertempuran ini.

Sultan Shalahuddin mengakhiri sisa-sisa hidupnya dengan kegiatan-kegiatan bagi kesejahteraan masyarakat dengan membangun rumah sakit, sekolah-sekolah, perguruan-perguruan tinggi serta masjid-masjid di seluruh daerah yang diperintahnya.

Tetapi sayang, dia tidaklah ditakdirkan untuk lama merasakan nikmat perdamaian. Beberapa bulan kemudian dia pulang ke rahmatullah pada tanggal 4 Maret tahun 1193. “Hari itu merupakan hari musibah besar, yang belum pernah dirasakan oleh dunia Islam dan kaum Muslimin, semenjak mereka kehilangan Khulafa Ar-Rasyidin” demikian tulis seorang penulis Islam. Kalangan Istana seluruh daerah kerajaan berikut seluruh umat Islam tenggelam dalam lautan duka nestapa. Seluruh isi kota mengikuti usungan jenazahnya ke kuburan dengan penuh kesedihan dan tangisan.

Demikianlah berakhirnya kehidupan Sultan Shalahuddin, seorang raja yang sangat dalam perikemanusiaannya dan tak ada tolok bandingannya, jiwa kepahlawanan yang dimilikinya dalam sejarah kemanusiaan. Dalam pribadinya, Allah telah melimpahkan hati seorang Muslim yang penuh kasih sayang terhadap kemanusiaan dicampur dengan sangat harmonis dengan keperkasaan seorang genius dalam medan pertempuran. Utusan yang menyampaikan berita kematiannnya itu ke Baghdad membawa serta baju perangnya, kudanya, uang sebanyak satu dinar dan 36 dirham sebagai milik pribadinya yang masih ketinggalan. Orang yang hidup satu zaman dengannya, serta segenap ahli sejarah sama sependapat bahwa Sultan Shalahuddin adalah seorang yang sangat lemah lembut hatinya, ramah tamah, sabar, seorang sahabat yang baik dari kaum cendekiawan dan golongan ulama yang diperlakukannya dengan rasa hormat yang mendalam serta dengan penuh kebajikan. “Di Eropa” tulis Philip K Hitti, dia telah menyentuh alam khayalan para penyanyi maupun para penulis novel zaman sekarang, dan masih tetap dinilai sebagai suri teladan kaum kesatria.

Semoga Allah melapangkan kuburnya.

» Baca Teruss Akh ,, Tanggung .

...

Istanbul Kota Impian para Raja

Prediksi Rasulullah SAW mengenai kejatuhan Konstantinopel itu akhirnya benar-benar terbukti. Kamis, 26 Rabiul Awal 857 H/ 6 April 1453 M, pasukan tentara Muslim di bawah komando Sultan Muhammad II tiba di ibukota negara adikuasa bernama Bizantium. Sultan pun berkirim surat kepada penguasa Bizantium yang berisi ajakan untuk masuk Islam atau menyerahkan Konstantinopel secara damai.

Perang menjadi pilihan terakhir. Namun, penguasa kota itu Constantine Paleologus - menolak seruan dakwah dan berkukuh tak mau menyerahkan Konstantinopel ke tangan Umat Islam. Paleologus lebih memilih jalan perang. Pasukan tentara Bizantium dibantu Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani dari Genoa, siap menghadapi meriam-meriam tercanggih dan 130 ribu tentara Muslim.

Lantaran tawarannya ditolak, Sultan ketujuh dari Kerajaan Usmani itu pun mulai mengobarkan semangat jihad. Gema takbir terus membahana seiring derasnya serangan yang dilancarkan pasukan Sultan Mehmed - begitu orang Barat menyebutnya — ke benteng Bizantium yang kokoh. Pertempuran hebat pun meletus.

Kerajaan Ottoman dengan strategi, teknologi perang, serta kepemimpinan militer yang tangguh, dan 130 ribu pasukan akhirnya berhasil membungkam kepongahan Bizantium. Setelah 53 hari berjibaku angkat senjata, dengan semangat jihad pasukan Sultan Muhammad akhirnya berhasil menguasai Konstantinopel.

Harapan dan impian umat Islam untuk menundukkan Bizantium yang telah dirintis sejak tahun 664 M akhirnya tercapai. Kemenangan yang tertunda selama 800 tahun itu akhirnya tiba juga. Sejak saat itu, bendera Kerajaan Usmani berkibar di langit Konstantinopel, kota impian para raja, kaisar dan sultan.

Konstantinopel pun memasuki era baru. Kota itu lalu berganti nama menjadi Istanbul yang berarti ‘kota Islam’, sekaligus menjadi ibukota Kerajaan Ottoman. Sebuah momentum penting dalam sejarah dunia. Kali pertama menduduki kota penting itu, Kerajaan Usmani mulai menegakkan hukum di kota itu.

Tak ada pembantaian terhadap penduduk Konstantinopel. Bahkan, pemerintahan Islam Usmani bekerja sama dengan umat Kristen untuk kembali membangun perekonomian, menjalin persahabatan dengan Yunani. Dinasti Usmani juga terus mengepakkan sayap kekuasaannya ke wilayah Mesir, Arabia, dan Syiria. Yang tak kalah pentingnya, kerajaan Usmani menyebarkan ajaran Islam hingga ke kawasan Balkan.

Seiring dengan menancapnya dominasi Islam, wajah bekas kota Konstantinopel itu pun berganti rupa. Bangunan masjid bermunculan, namun tetap dengan corak arsitektur Bizantum yang khas. Tak heran, jika pengaruh Bizantium ikut mewarnai gaya arsitektur Islam di Turki. Kemegahan bangunan Gereja Aya Sofia banyak mewarnai arsitektur masjid di Istanbul.

Di bawah kekuasaan Daulah Usmani, Istanbul terus berbenah. Pembangunan pun terus berlanjut, sepeninggal Sultan Muhammad (Mehmed) II. Pada era kepemimpinan Sultan Sulaiman I (1520-1566), pada tahun 1550 di Istanbul berdiri Masjid Sulaiman. Bangunan masjid itu berdiri kokoh dengan empat menara dan kubahnya lebih tinggi dari Aya Sofia.

Guna menambah jumlah penduduk Muslim di Istanbul, umat Islam yang tinggal di Anatolia dan Rumeli dianjurkan untuk bermigrasi ke Istanbul. Akhir 1457, migrasi besar-besaran terjadi dari Edirne bekas ibu kota Kerajaan Usmani ke Istanbul. Pada 1459, kota terbesar di Eropa itu dibagi menjadi empat wilayah administratif.

Sebagai sebuah kota besar pada zamannya, di Istanbul pun berdiri berbagai sarana dan prasarana publik. Tak kurang ada 81 masjid besar serta 52 masjid berukuran sedang di kota itu. Untuk mendidik para generasi muda, tersedia 55 madrasah, tujuh asrama besar untuk mempelajari Alquran.

Fasilitas sosial pun bermunculan, tak kurang lima takiyah atau tempat memberi makan fakir miskin berdiri. Tiga rumah sakit disediakan untuk mengobati penduduk kota. Tujuh buah jembatan juga dibangun untuk memperlancar arus transportasi. Guna menunjukkan kejayaannya, Kerajaan Usmani membangun 33 istana dan 18 unit pesanggrahan.

Selain itu, 33 tempat pemandian umum juga telah disediakan di berbagai penjuru kota. Untuk menyimpan benda-benda bersejarah, pemerintah Usmani pun menyediakan lima museum. Pada 14 Juli 1509, Istanbul sempat diguncang gempa bumi dahsyat atau yang dikenal sebagai ‘kiamat kecil’.

Ribuan bangunan yang awalnya berdiri kokoh akhirnya luluh lantak. Mulai 1510 M, Sultan Bayezid bahu membahu membangun kembali kota Istanbul selama 80 tahun. Hingga akhirnya, kota Istanbul kembali tampil megah dan gagah.

Pada tahun 1727 M pada masa Ibrahim Muteferika - seorang ilmuwan terkemuka - di Istanbul dibuka percetakan. Seiring dengan lahirnya fatwa dari Syekh Al-Islam kerajaan, buku-buku selain Alquran, hadits, fikih, ilmu kalam dan tafsir juga mulai diperbolehkan untuk dicetak. Sejak itulah, buku-buku tentang kedokteran, astronomi, ilmu pasti, sejarah, dan lainnya dicetak. Apalagi mulai 1727 sudah mulai berdiri badan penerjemah.

Sayangnya, ketika imperium Usmani memegang kendali kekuasaan, jejak peradaban yang ditinggalkan pada abad ke-8 M sampai ke-13 M tak dilanjutkan. Daulah Usmani lebih berkonsentrasi membangun pertahanan dan armada perang untuk memperluas wilayah kekuasaan, ketimbang membangun universitas dan pusat-pusat riset ilmu pengetahuan.

Seiring kemunduran yang dialami Kerajaan Usmani, Turki akhirnya berubah haluan menjadi negara sekuler pada 1923. Di bawah kepemimpinan Kemal Attaturk, sekulerisme menjadi ideologi negara. Semua simbol Islam dilarang, penggunaan bahasa dan aksara Arab diganti huruf Latin.

Dakwah diawasi. Bahkan pada 1925, Attaturk melarang tarekat dan pergi haji. Pendidikan agama amat dibatasi. Pengadilan agama ditutup, hukum pernikahan Islam diganti dengan hukum positif Swedia. Kini angin segar kembali berhembus di Istanbul. Muslimah kini diperbolehkan lagi mengenakan jilbab.

» Baca Teruss Akh ,, Tanggung .

...

Supported By :

>